Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas di tambang Bukit Asam. Foto: IST

Aktivitas di tambang Bukit Asam. Foto: IST

Bukit Asam Tetapkan Rasio Dividen Tertinggi

Rabu, 10 Juni 2020 | 16:56 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id –  PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memutuskan pembagian dividen tahun buku 2019 sebesar Rp 3,65 triliun atau dengan rasio 90% dari total laba bersih tahun lalu sebesar Rp 4,1 triliun. Payout ratio dividen yang terginggi dipastikan tidak mengganggu ekspansi yang telah direncakan.

Payout ratio dividen Bukit Asam tahun-tahun sebelumnya berkisar antara 30%-75%. Di antaranya, dividen tahun buku 2017 dan 2018 dengan payout ratio sebesar 75% dengan jumlah dividen yang didistribusikan masing-masing Rp 3,35 triliun dan Rp 3,76 triliun. Posisi itu mengalami peningkatan signifikan dari payout ratio dividen 2015 dan 2016 yang mencapai 30%.

Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengatakan, payout ratio dividen 2019 merupakan yang terbesar bagi perseroan. Kebijakan dividen adalah ranah pemegang saham dan disesuaikan dengan kebutuhan pemegang saham. Saat ini, perseroan memastikan arus kas dan likuiditas terjaga dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Posisi kas dan setara kas perusahaan hampir Rp 8 triliun. Ketika nanti dividen dibayarkan, kita masih punya cadangan kas yang cukup dan akan bertambah selama 2020,” jelas dia usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (10/6).

Arviyan menjelaskan, hingga kini perseroan tetap memasang target belanja modal tahun 2020 sebesar Rp 4 triliun. Perseroan berharap pemulihan ekonomi akan berjalan mulai Juli-Desember 2020, seiring prediksi berakhirnya pandemi Covid-19. Alhasil, perseroan belum berniat menyesuaikan target produksi dan penjualan batubara

Tahun ini, target volume produksi batubara Bukit Asam mencapai 30,3 juta, penjualan 29,9 juta ton, dan target angkutan batubara 27,5 juta ton. Penjualan batu bara domestik diharapkan 21,6 juta ton dan penjualan batu bara ekspor sebesar 8,3 juta ton. Perseroan pun menyiapkan rencana cadangan seandainya pemulihan ekonomi ternyata di luar prediksi.

“Kita punya plan b seandainya pandemi berakhir, katakanlah pada September. Kebijakan yang kami lakukan sangat tergantung dari kebijakan pemerintah menangani pandemi,” jelas dia.

Arviyan menambahkan, salah satu strategi perseroan mengejar target penjualan batubara adalah mempertahankan pasar yang sudah ada sembari mencari peluang pasar-pasar baru. Pihaknya tidak memungkiri, pandemi membuat sejumlah pasar terganggu. Kini, perseroan membidik peluang pada negara seperti Kamboja, Laos, dan Vietnam sebagai tujuan ekspor.

Sementara itu, Bukit Asam berharap proyek konversi batubara bersama Air Product and Chemicals Inc dan Pertamina berjalan sesuai rencana. Saat ini, perseroan tengah mematangkan proses front end engineering design (FEED) yang akan diikuti dengan tahap engineering procurement and construction (EPC).

Proyek pabrik yang diperkirakan menelan investasi hingga US$ 3,2 miliar. Pabrik ditargetkan mulai berproduksi komersial pada 2025 dengan konsumsi batubara sekitar 6 juta ton per tahun selama minimal 20 tahun. Air Products merupakan pihak yang bertindak sebagai investor di bisnis upstream dan downstream.

Lebih lanjut, untuk mendukung optimasi pengangkutan batu bara, Bukit Asam juga telah bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia. Pada awal 2020, perseroan telah menyelesaikan pengembangan proyek angkutan batu bara jalur kereta api Tanjung Enim-Kertapati dengan kapasitas 5 juta ton per tahun, beserta pengembangan fasilitas Dermaga Kertapati. Sedangkan untuk proyek angkutan batu bara jalur kereta api arah Tanjung Enim-Tarahan menjadi 25 juta ton per tahun pada akhir 2020.

Adapun, hasil RUPST Bukit Asam juga menyetujui adanya perubahan susunan pengurus perseroan diantaranya mengangkat Hadis Surya Palapa sebagai direktur operasi dan produksi menggantikan Suryo Eko Hadianto.

Pada jajaran dewan komisaris, pemegang saham mengangkat E. Piterdono HZ, Carlo Brix Tewu, dan Irwandy Arif sebagai komisaris menggantikan Robert Heri, Taufik Madjid, dan Soenggoel Pardamean Sitorus. Sedangkan, Andi Pahril Pawi diangkat sebagai komisaris independen menggantikan Heru Setyobudi Suprayogo.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN