Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bank Bukopin Tbk (BBKP). Foto: IST.

PT Bank Bukopin Tbk (BBKP). Foto: IST.

Bukopin Siap Jadi Konglomerasi Keuangan

Rabu, 16 September 2020 | 12:30 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) berencana mengakuisisi dan mendirikan perusahaan baru di bidang keuangan, setelah KB Kookmin Bank menjadi pengendali saham perseroan. Pembentukan konglomerasi keuangan tersebut akan dimulai pada 2022.

Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A Purwantono mengatakan, KB Kookmin Bank berinvestasi di Bank Bukopin dengan membawa bisnis lainnya ke Indonesia. Sekurangnya terdapat 12 lini bisnis keuangan di bawah KB Kookmin, yaitu KB Kookmin Bank, KB Securities, KB Insurance, KB Kookmin Card, KB Asset Management, KB Capital, KB Life Insurance, KB Real Estate Trust, KB Savings Bank, KB Investment, KB Data System, dan KB Credit Information.

Dengan berbekal jaringan tersebut, bank hasil akuisisi, yakni KB-Bukopin akan mulai mengembangkan perusahaan konglomerasi dengan mengakuisisi beberapa perusahaan multifinance dan asuransi. "Namun, rencana ini belum akan dilakukan dalam waktu dekat," kata Rivan dalam acara seminar virtual Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Selasa (15/9).

Rivan menegaskan, dalam waktu dekat, Bank Bukopin akan berfokus pada transformasi dan transisi. Pasalnya, kedua pihak harus menyamakan budaya dan visi sebelum mengoperasikan bank hasil akuisisi. Sementara, pembahasan mengenai pembentukan konglomerasi akan dimulai pada tahun 2022. Hal ini termasuk juga pembahasan mengenai pengembangan PT Bank Syariah Bukopin.

Lebih lanjut Rivan menjelaskan, bagi bank asal Korea Selatan tersebut, industri perbankan syariah merupakan hal yang baru. Dengan begitu, Bank Bukopin harus mengedukasi KB Kookmin Bank mengenai perbankan syariah. "Selain itu, untuk mengembangkan Bank Syariah Bukopin, perseroan juga perlu mengantisipasi adanya rencana penggabungan bank syariah milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," kata dia.

Sebelumnya, KB Kookmin Bank sudah mengakuisisi Finansia Multi Finance yang memiliki brand pembiayaan Kredit Plus. Kookmin Bank pun telah menjalin kerja sama dengan MDI Ventures, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), untuk berinvestasi pada perusahaan rintisan.

Mengenai proses akuisisi, Bank Bukopin telah melaksanakan penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement yang dieksekusi oleh KB Kookmin Bank. Melalui akuisisi ini, KB Kookmin Bank telah menjadi pemegang saham pengendali tunggal Bukopin dengan kepemilikan saham mencapai 67%.

Adapun jumlah saham baru yang diterbitkan 16,36 miliar saham Seri B dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 190 per saham. Total nilai akuisisi mencapai Rp 3,1 triliun. Dengan adanya private placement tersebut, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Bank Bukopin meningkat menjadi 17%.

Peringkat Naik

Sementara itu, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat Obligasi Subordinasi Berkelanjutan Tahap II PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) menjadi A+ dari sebelumnya BBB. Peringkat perseroan juga dinaikkan dari A- menjadi AA.

Pefindo menyebutkan, peningkatan peringkat tersebut seiring dengan perubahan pengendali utama perseroan menjadi Kookmin Bank Co Ltd (KB Kookmin Bank) dengan kepemilikan saham mencapai 67% melalui aksi private placement yang digelar pada 2 September lalu.

Pefindo menilai dengan kepemilikan saham yang besar dan berstatus sebagai pengendali akan membuat KB Kookmin Bank dapat memberikan dukungan yang signifikan kepada perseroan.

“Hal ini juga didukung oleh kemampuan finansial Bank Bukopin untuk mengatasi tekanan finansial terutama dalam hal likuiditas dan permodalan. Sejalan dengan beberapa rencana penyesuaian operasi seperti dalam aspek infrastruktur IT dan praktek underwriting, untuk mengintegrasikan bisnis Bukopin dengan KB Kookmin Bank secara lebih baik,” jelas Pefindo dalam keterangan resmi.

Pefindo juga mengembalikan peringkat perseroan menjadi stabil dari credit watch dengan implikasi berkembang. Kemudian, peringkat ini dapat kembali meningkat apabila proses integrasi atau proses inkorporasi trademark dapat berjalan sesuai rencana. Kendati demikian, peringkat dapat berada dalam tekanan koreksi jika tingkat dukungan atau kepemilikan KB Kookmin Bank menurun signifikan pada perseroan.

Lebih lanjut, Pefindo menjelaskan, dalam bisnisnya emiten berkode saham BBKP ini memiliki beberapa risiko seperti kredit yang bermasalah, terutama di tengah masa pandemi yang menyebabkan pelemahan pada semua sektor industri dan menurunkan kemampuan debitur dalam melakukan pembayaran kewajiban dan memperburuk indikator profitabilitas dan likuiditas bank.

“Saat ini, kami menilai pandemi Covid-19 memberikan dampak moderat terhadap profil kredit Bukopin secara keseluruhan. Ke depan, kami akan memantau secara ketat dampak terhadap kinerja dan profil kredit Bukopin secara menyeluruh,” jelas Pefindo.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN