Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana rapat perdana penjuarian Investor Award 2021 digelar secara dari Berita Satu Plaza, Jakarta, Selasa (8/6/2021).

Suasana rapat perdana penjuarian Investor Award 2021 digelar secara dari Berita Satu Plaza, Jakarta, Selasa (8/6/2021).

Seleksi Emiten Terbaik 2021

Bukukan Laba, 379 Emiten Bersaing Merebut Tahta Investor Award 2021

Rabu, 9 Juni 2021 | 12:53 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pandemi Covid-19 telah menyeret ekonomi dunia jatuh ke dalam jurang krisis, tidak terkecuali Indonesia. Tahun 2020 lalu, ekonomi Indonesia terkontraksi sebesar 2,07%. Tekanan pandemi terhadap kinerja ekonomi nasional berlanjut di kuartal I-2021 dengan penurunan sebesar 0,74%. Artinya sejak kuartal II-2020, sudah 4 kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi.

Pelemahan ekonomi yang terjadi setahun terakhir merupakan masa yang berat bagi perusahaan, termasuk perusahaan publik (emiten) yang sebagian sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebagian terpaksa pasrah menerima penurunan kinerja, bahkan tidak sedikit yang harus menderita kerugian yang signifikan.

Saat sebagian emiten mengalami tekanan, sebagian lainnya justru menikmati pertumbuhan kinerja. Emiten-emiten yang berhasil membukukan rapor biru tadi tampak pada sektor consumers good, teknologi informasi dan telekomunikasi, kemudian farmasi dan rumah sakit.

Harus diakui, kinerja positif yang tertoreh umumnya karena emiten tadi diuntungkan oleh situasi dan keadaan. Tapi sejatinya, tanpa strategi yang tepat dari manajemen perusahaan, mustahil mereka dapat mengoptimalkan peluang yang muncul di masa pendami tersebut.

Rapat perdana penjuarian Investor Award 2021 digelar secara dari Berita Satu Plaza, Jakarta, Selasa (8/6/2021).
Rapat perdana penjuarian Investor Award 2021 digelar secara dari Berita Satu Plaza, Jakarta, Selasa (8/6/2021).

Karena itu, seberapa resilience emiten dalam menghadapi dampak kontraksi ekonomi serta seberapa optimalnya mereka memanfaatkan peluang yang muncul di masa pandemi terlihat pada pencapaian kinerja keuangan audited yang disampaikan kepada publik dan regulator pasar modal.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Litbang Majalah Investor, terdapat 379 emiten yang berhasil membukukan laba bersih di era pandemi tahun buku 2020 lalu. Adapun total laba bersih yang dicatat mencapai Rp 306,08 triliun, mengalami penurunan dibanding total laba bersih emiten tahun 2019 yang tercatat Rp 372,83 triliun.

Jumlah emiten yang menorehkan laba bersih tadi mencerminkan sebanyak 58% dari total 647 emiten yang menyampaikan laporan keuangan tepat waktu sebagaimana aturan regulator. Adapun jumlah keseluruhan emiten yang tercatat di BEI mencapai 729 emiten hingga periode akhir Mei 2021. Artinya terdapat 82 emiten yang tidak menyampaikan laporan keuangan tepat waktu

Sedikit catatan, sejak tahun lalu, BEI memberikan relaksasi perpanjangan waktu pernyampaian laporan keuangan emiten dari yang seharusnya paling lambat tanggal 31 Maret menjadi selambatnya tanggal 31 Mei.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan pemberian relaksasi merupakan upaya dalam mendukung penerapan adaptasi kebiasaan baru agar pelaku usaha, serta masyarakat tetap produktif dan aman dari penularan Covid-19.

“Kebijakan relaksasi bagi pemenuhan kewajiban Perusahaan Tercatat dan Penerbit ini tertuang dalam Surat Keputusan Direksi Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00089/BEI/10-2020 tanggal 15 Oktober 2020,” ujar Nyoman kepada Majalah Investor.

Seleksi Investor Award 2021

Dalam rangka mengapresiasi emiten yang berhasil menorehkan kinerja keuangan terbaik, Majalah Investor menggelar Investor Award 2021. Ini merupakan kegiatan tahunan yang secara konsisten digelar Majalah Investor sejak tahun 1999. Artinya tahun 2021 ini merupakan Investor Award ke-22 sekaligus yang ke-2 dilakukan media ini dimasa pandemi Covid-19.

Direktur Pemberitaan Berita Satu Media Holding, Primus Dorimulu mengatakan dalam melakukan seleksi hingga menetapkan emiten terbaik, Majalah Investor membentuk tim juri independen yang terdiri dari para ahli, pakar, dan praktisi bidang keuangan dan pasar modal.

“Tim juri ini sudah bekerja dan menekuni bidang keuangan dan pasar modal sejak puluhan tahun sehingga mereka tidak hanya menguasai laporan keuangan tapi juga mengikuti perkembangan emiten bahkan pemilik dan manajemen emiten,” paparnya.

Karena itu, hasil pemeringkatan ini sangat independen dan benar-bener mencermikan kondisi kinerja emiten sehingga selalu menjadi acuan atau referensi bagi para investor maupun stakeholder emiten dalam mengambil keputusan investasi dan bisnis.

Adapun tim juri Investor Award 2021 ini terdiri dari; Prof. Roy Sembel (Dekan IPMI International Business School) selaku ketua dan Primus Dorimulu selaku sekretaris, Sementara anggota juri yaitu Prof Sidharta Utama (Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia), Amir Abadi Jusuf (Pendiri dan Chief Executive Partner RSM Indonesia), Lily Wijaya (Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia) dan Suheri Lubis (Ketua Umum Asosiasi Dana Pensiun Indonesia).

Proses seleksi emiten terbaik dilakukan tim juri dalam tiga tahap, yaitu seleksi awal dengan menerapkan delapan kriteria, terdiri dari lima kriteria dari sisi kinerja fundamental dan ketepatan waktu penyampai laporan keuangan serta tiga poin kriteria awal dari sisi kinerja teknikal dan likuiditas saham emiten.

Prof. Roy Sembel mengatakan seleksi awal yang dilakukan juri dipemeringkatan tahun ini menghasilkan sebanyak sembilan emiten yang terbagi dalam empat kategori, yaitu:  Kapitalisasi Pasar di atas Rp 25  triliun sebanyak tiga emiten, Kapitalisasi Pasar Rp 5 triliun – Rp 25 triliun sebanyak 3 emiten, Kapitalisasi Pasar Rp 1 – Rp 5 triliun sebanyak dua emiten dan Kapitalisasi Pasar di bawah Rp 1 triliun sebanyak satu emiten.

Adapun Sembilan nominator tersebut terdiri dari PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Merdeka Copper Gold Tbk, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Industri Jamu dan farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), PT Mark Dynamics Tbk (MARK) dan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA).  

“Tahap kedua tim teknis pemeringkatan akan melakukan polling dengan menyebar angket kepada pelaku pasar untuk memberikan masukan bagi juru dalam melakukan adjustment,” urainya saat Rapat Perdana Juri Investor Award 2021 yang berlangsung secara daring dari Berita Satu Plaza, Jakarta, Selasa petang (8/6/2021).

Selanjutnya, pada tahap ketiga pemeringkatan, tim juri akan mengundang manajemen emiten yang masuk sebagai nominasi untuk dilakukan interviu masing-masing nomonator dengan juri, sampai akhirnya para pemenang ditentukan dalam rapat final juri usai interviu tersebut.

Sebagimana tahun-tahun sebelumnya, tim juri memilih tema pemeringkatan yang disesuikan dengan kondisi dan tantangan emiten yang terjadi. Untuk kali ini tim juri memutuskan tema “Corporate Resilience in Pandemic Era: Capitalizing New Opportunities”. Tema ini menggambarkan kemampuan emiten terbaik untuk bertahan disaat krisis pandemic sekaligus kemampuan emiten dalam mengoptimalkan berbagai peluang baru yang muncul di era normal baru,” pungkas Prof. Roy Sembel.      

 

 

 

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN