Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Buana Lintas Lautan Tbk. Foto ilustrasi: bull.co.id

PT Buana Lintas Lautan Tbk. Foto ilustrasi: bull.co.id

BULL Terima Kapal Baru Kapasitas 109,467 DWT

Kamis, 2 Juli 2020 | 18:41 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL)  mengumumkan secara resmi menerima kapal terbarunya yakni yang berjenis Long Range (LR2) dan berkapasitas 109,467 Deadweight tonnage (DWT). Kapal tersebut merupakan kapal ke-7 dari total 8 kapal tanker yang telah diserahterimakan di tahun ini.

Direktur Buana Lintas Lautan, Kevin Wong menjelaskan dengan penerimaan kapal baru tersebut, total armada yang dimiliki perseroaan saat ini menjadi 33 kapal dengan total kapasitas 2,3 juta DWT, dan 17 kapal diantaranya merupakan jenis LR2/Aframax berukuran 80 ribu hingga 119 ribu DWT.

“Dengan pembelian kapal ini, pertumbuhan perseroan dari 2019 sampai sekarang telah mencapai 16 kapal dan meningkatkan kapasitas angkut efektif sebesar 142% dengan investasi sekitar US$300 juta,” jelasnya dalam siaran pers yang diterima Kamis (2/7).

Menurut Kevin bahwa pembelian kapal tanker mid-cycle yang berumur 10-15 tahun dapat meminimalisir risiko dan mengoptimalkan tingkat imbal balik dibandingkan dengan membeli kapal baru. Sebagai  perbandingan, dengan harga satu kapal baru, perseroan dapat mendapatkan 3 kapal bekas.

“Sehingga kami dapat menghasilkan pendapatan 3 kali lebih besar dengan kapal midcycle sambil mengurangi risiko modal kami sebesar 80%, sehingga kami dapat mengembangkan armada dengan tetap menjaga rasio utang yang rendah,” paparnya.

Selain itu dengan adanya pandemi justru memberikan keuntungan lebih bagi perseroan lantaran para produsen minyak global saat ini tidak dapat mengurangi produksi dengan cepat, sedangkan di sisi lain konsumsi minyak dan permintaan menurun dengan tajam akibat keterbatasan gerak oleh Lockdown atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Sehingga mengakibatkan fasilitas penyimpanan atau kilang minyak menumpuk. Hal ini menciptakan permintaan yang besar untuk penyimpanan terapung pada kapal tanker minyak yang kami miliki,” kata dia.

Kevin melanjutkan dengan semua faktor tersebut  ini meningkatkan harga sewa kapal hingga US$173.000/hari untuk kapal tanker ukuran LR2 dan US$73.000/hari untuk kapal tanker ukuran handy-size, yang menjadi tingkat harga sewa tertinggi dalam sejarah.

“Dengan meningkatnya harga Time Charter Equivalent (TCE) tersebut kami proyeksikan dapat mendorong pendapatan dan laba pada kuartal kedua 2020,” jelasnya.

Menilik laporan keuangan pada kuartal pertama di 2020, emiten berkode saham BULL tersebut sebelumnya berhasil menorehkan pendapatan sebanyak US$ 43,06 juta hingga Maret 2020, meningkat 84,02% dibanding periode sama tahun sebelumnya US$23,40 juta.

Alhasil setelah dikurangi pajak laba tahun berjalan Buana Lintas Lautan melesat hingga US$ 19,71 juta dan memperoleh laba bersih sebanyak US$ 19,42 juta, naik 4 kali lipat dari sebelumnya di tahun 2019 sejumlah US$ 3,51 juta.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN