Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
bumi resources

bumi resources

Bumi Kaji Bangun Pabrik Gasifikasi Batubara US$ 1 Miliar

Rabu, 22 Januari 2020 | 21:39 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengkaji pembangunan pabrik gasifikasi batubara senilai US$ 1 miliar. Studi kelayakan investasi tersebut sedang dilakukan dan ditargetkan tuntas tahun ini.

Direktur Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan, pembangunan pabrik gasifikasi ini bagian dari upaya perseroan untuk membantu pemerintah dalam mengurangi impor bahan bakar energi. Hal ini diharapkan dapat membantu untuk mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia.

“Kami sedang melaksanakan studi kelayakan pembangunan pabrik gasifikasi batubara dan diharapkan tuntas tahun ini sebelum diputuskan para pemegang saham dan pemberi pinjaman,” ungkapnya seperti dilansir Reuters di Jakarta, Rabu (22/1).

Meski demikian, dia mengatakan, Bumi Resources masih perlu upaya yang kuat untuk meyakinkan kreditor guna memperoleh persetujuan berinvestasi ke gasifikasi batubara tersebut.

Sebelumnya, Dileep mengatakan, Bumi Resources akan menaikkan produksi batubara pada 2020 sebesar 5%. Sementara itu, tahun 2019, perseroan membidik produksi batubara sebanyak 87-90 juta ton.

Target tersebut akan ditopang oleh sejumlah tambang milik anak usaha Bumi, yaitu PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia. BUMI juga sudah berinvestasi untuk meningkatkan infrastruktur dan logistik di area tambang.

Dengan demikian, kemampuan produksi batubara perusahaan dapat meningkat menembus 100 juta ton per tahun di masa mendatang. “Jika kondisi pasar dan harga batubara kondusif, target produksi kami bisa tercapai,” kata Dileep.

Perseroan belum memastikan besaran dana belanja modal (capital expenditure/capex) yang digunakan untuk membantu peningkatan produksi batubara tahun 2020. Namun, Dileep mengindikasikan capex 2020 tidak jauh berbeda dengan tahun 2019. Bumi menganggarkan capex sekitar US$ 50-60 juta pada 2019.

Sementara itu, hingga kuartal III-2019, Bumi Resources membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 76 juta. Nilai tersebut turun 63% dari perolehan periode sama tahun sebelumnya sebanyak US$ 205 juta.

Dileep Srivastava pernah mengatakan, penurunan laba tersebut akibat oleh kondisi ekonomi global yang kurang mendukung, sehingga berimbas terhadap ketidakseimbangan pasokan dan permintaan batubara.

"Harga batubara juga turun 11% ke level US$ 52,6 per ton hingga kuartal III-2019, dibandingkan periode sama tahun 2018 senilai US$ 59,4 per ton. Penurunan tersebut berimbas terhadap tingkat keuntungan perseroan," jelas dia dalam keterangan tertulis.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN