Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Foto: IST.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Foto: IST.

Bumi telah Lunasi Utang 'Tranche' A Senilai US$ 365 Juta

Sabtu, 10 Juli 2021 | 07:11 WIB
Ely Rahmawati

JAKARTA, investor.id – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) telah memproses pembayaran ke-14 senilai US$ 23,3 juta melalui agen fasilitas pada 9 Juli 2021, yang mewakili pinjaman pokok sebesar US$ 15,9 juta dan bunga senilai US$ 7,4 juta untuk Tranche A. Dengan demikian, Bumi telah melunasi utang senilai total US$ 365 juta atas pokok dan kupon Tranche A hingga saat ini.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan, pembayaran utang dilakukan per tiga bulan dan saat ini memasuki pembayaran ke-14. Perseroan saat ini telah membayar keseluruhan sebesar US$ 365 juta secara tunai.

“Utang tersebut terdiri atas pokok Tranche A sebesar US$ 211,7 juta dan bunga sebesar US$ 153,3 juta, termasuk bunga akrual dan bunga yang belum dibayar (back interest),” ungkap Dileep dalam keterangan resmi, Jumat (9/7).

Dia menambahkan, pembayaran berikutnya atas Tranche A akan jatuh tempo pada Oktober 2021. Kupon PIK dari tanggal 11 April 2018 hingga 9 Juli 2021 atas Tranche B dan C juga sudah mulai dikapitalisasi.

Pada 12 April 2021, Bumi juga membayar utang senilai US$ 6,9 juta, dan Januari 2021 membayar bunga pinjaman Tranche A sebesar US$ 3,2 juta. Bumi Resources menargetkan pengurangan beban utang yang lebih tinggi tahun ini. Hal itu seiring penguatan harga rata-rata penjualan batu bara ke level US$ 70-80 per ton.

Direktur Bumi Resources Andrew C Beckham mengatakan, perseroan masih memiliki kemampuan pelunasan utang yang baik pada 2021. Pada kuartal IV-2020, harga batu bara sudah menunjukkan tren kenaikan, setelah beberapa kuartal sebelumnya berturut-turut melemah akibat pandemi Covid-19.

Adapun hingga kuartal I-2021, Bumi Resources mampu menekan rugi bersih menjadi sebesar US$ 11,67 juta dari US$ 35,09 juta pada kuartal I-2020. Penurunan rugi bersih ini dipengaruhi oleh peningkatan laba sebelum pajak menjadi US$ 85,9 juta dari US$ 10,9 juta.

Dileep mengungkapkan, pemulihan yang terjadi di sektor batu bara ini memungkinkan perseroan untuk meningkatkan kinerja. Hal ini terlihat dari pendapatan operasional yang meningkat menjadi US$ 145,5 juta.

"Dengan membaiknya sektor batu bara dan tren kenaikan harga batu bara yang masih berlanjut pada kuartal II-2021, perseroan berharap dapat meningkatkan kinerjanya secara signifikan pada 2021, meskipun pandemi Covid-19 di Indonesia masih mempengaruhi pemulihan ekonomi," ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN