Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi obligasi. Foto: beritasatu.com

Ilustrasi obligasi. Foto: beritasatu.com

BUMN Raup Dana Rp 86,5 Triliun dari Penerbitan Obligasi

Thereis Love Kalla, Minggu, 22 Desember 2019 | 18:58 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengungkapkan, hingga Desember 2019, penerbitan obligasi korporasi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencapai Rp 86,5 triliun, meningkat 44,6% dibandingkan periode sama 2018 yang sebesar Rp 59,8 triliun.

Pefindo optimistis penerbitan obligasi oleh BUMN bakal lebih marak pada 2020. Hal tersebut seiring dengan ekspektasi penurunan suku bunga acuan yang akan terjadi kembali tahun depan.

"Kecenderungan penerbitan obligasi korporasi BUMN akan naik, kemungkinan 2020 cukup besar karena BUMN melakukan ekspansi," kata Kepala Divisi Pemeringkatan Pefindo Hendro Utomo di Jakarta, baru-baru ini.

Sementara itu, Pefindo memperkirakan penerbitan obligasi korporasi pada 2020 mencapai Rp 158,5 triliun. Proyeksi jumlah tersebut didorong oleh kecenderungan suku bunga yang akan turun satu kali lagi di tahun depan.

“Surat utang korporasi bisa tumbuh 10-15% menjadi Rp 158,5 triliun tahun depan. Dengan estimasi akan terjadi kemungkinan penurunan suku acuan bunga sebanyak dua kali yang terjadi pada 2020 dan 2021,” papar Hendro.

Hendro menambahkan, ekspektasi jumlah penerbitan tersebut dikontribusi oleh kebutuhan refinancing perusahaan. “Juga akan didorong oleh jumlah surat utang yang jatuh tempo tahun depan sebesar Rp 132,1 triliun, khususnya bagi perusahaan yang memiliki kecenderungan melakukan refinancing,” kata dia.

Lebih lanjut Hendro mengungkapkan, penerbitan obligasi korporasi pada 2020 secara industri akan didominasi oleh sektor perusahaan pembiayaan dan perbankan. Hingga 13 Desember 2019, penerbitan obligasi korporasi mencapai Rp 138,90 triliun, yang mana persentase penerbitan paling besar ditopang oleh perusahaan pembiayaan sebesar Rp 52,76 triliun atau setara 38% dari total penerbitan obligasi korporasi di tahun ini. Kemudian kontributor kedua berasal dari sektor perbankan sebesar Rp 22,38 triliun atau setara 16,1% sisanya berasal dari industri lainnya.

Hendro menuturkan, sampai dengan 16 Desember 2019, Pefindo telah menerima mandat 45 perusahaan penerbitan obligasi, namun belum terealisasi mencapai Rp 44,56 triliun.

Sementara itu, Ekonom Pefindo Fikri C Permana memproyeksikan imbal hasil (yield) untuk Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun akan berada di level 6,5% pada 2020. "Walaupun pada saat ini kedorong ke level 7,4 %. Tapi kita lihat tahun 2019 masih akan turun ke angka 7-7,2%. Dengan ekspektasi kemungkinan penurunan suku bunga acuan terjadi dua kali pada 2020 dan 2021, yield SUN 10 tahun beranjak ke angka ke lebih rendah lagi di 6,5% pada 2020, lalu 6,2% pada 2021," tandasnya.

Menurut Fikri, sovereign rating Indonesia akan cenderung stabil dan berpotensi akan semakin membaik. "Tahun ini, Standard & Poor's memberikan peringkat BBB, ke depan harapannya akan membaik, tapi tidak dalam jangka waktu satu tahun. Mungkin di 2022 bisa naik peringkatnya sesuai dengan kondisi inflasi Indonesia yang stabil dan terjaga di level 5%," imbuh Fikri.

Fikri menambahkan, tahun depan, risiko penerbitan obligasi masih dipengaruhi oleh sentimen global, antara lain perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang masih berkepanjangan, serta isu jangka pendek impeachment Presiden AS Donald Trump.

"Kurang lebih tahun depan sentimen global masih mempengaruhi pasar obligasi dalam negeri. Sedangkan untuk obligasi korporasi lebih terkait tentang kinerja masing-masing perusahaannya. Kalau basis perusahaannya ekspor impor, maka akan berdampak juga pada sentimen global," ujar Fikri.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN