disini
BUMN Setor Rp 1.200 T ke Negara dalam 3 Tahun Terakhir
 Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2022, 22 Maret 2022

Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2022, 22 Maret 2022

BUMN Setor Rp 1.200 T ke Negara dalam 3 Tahun Terakhir

Senin, 4 Juli 2022 | 22:49 WIB
Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan bahwa penyertaan modal negara (PMN) yang telah dan akan diterima BUMN membawa hasil positif. Selain itu, BUMN pun tidak hanya sekadar menyandarkan keuangan BUMN kepada negara.

Hal itu, kata Erick, sejalan dengan dorongan Komisi VI kepada emiten BUMN agar menjadi korporasi yang sehat, yang dapat memberikan pemasukan maksimal kepada negara. Tentunya, semua itu tanpa mengabaikan pelayanan publik atau melakukan intervensi ketika pasar tidak seimbang.

Advertisement

Hasil positif itu, lanjut Erick, di antaranya dibuktikan dengan okontribusi yang diberikan BUMN kepada negara dalam tiga tahun terakhir kurang lebih Rp 1.200 triliun. Itu terdiri atas pajak, dividen, dan bagi hasil. Selama 10 tahun terakhir, totalnya Rp 4.013 triliun.

"Artinya dalam tiga tahun terakhir ada kenaikan masing-masing per tahun Rp 50 triliun, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya secara kumulatif. Berkat kolaborasi antara Kementerian BUMN dan dan Komisi VI DPR RI," ungkap Erick di Gedung DPR RI, Senin (4/7/2022).

Tentunya, menurut Erick, hasil tersebut merupakan bukti upaya dan kerja sama solid antara Kementerian BUMN dan Komisi VI DPR RI, sebagai bagian dari tupoksi yang terus mendorong profesionalitas dan transpransi yang berada di Kementerian BUMN.

"Sebagai catatan, kita akan terus berusaha meningkatkan dividen kami di tahun 2023 dan 2024. Di mana, kalau dilihat data-data yang kita bisa lakukan di tahun 2022 ini Rp 39,7 triliun. Tapi insyallah di tahun 2023 bisa naik ke Rp 43 triliun, dan bahkan 2024 targetnya sekitar Rp 50 triliun. Jadi, anggaran PMN dan dividen bisa berimbang kosong-kosong atau 50:50," pungkas dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN