Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Paris, Perancis. Foto ilustrasi: ivoox.id

Bursa Efek Paris, Perancis. Foto ilustrasi: ivoox.id

Bursa Eropa Kamis Kompak Berakhir Melemah

Gora Kunjana, Jumat, 21 Februari 2020 | 08:27 WIB

JAKARTA, investor.id – Saham-saham di bursa utama Eropa pada perdagangan Kamis (20/2) kompak berakhir melemah.

Saham-saham Spanyol turun tajam pada akhir perdagangan Kamis (20/2), dengan indeks acuan IBEX 35 di Bursa Efek Madrid merosot 1,51% atau 15,60 poin, menjadi 9.931,00 poin setelah dibuka di 10.083,60 poin.

Indeks IBEX 35 tergelincir menjadi di bawah tingkat psikologis 10.000 poin setelah bertahan di atasnya selama tiga hari berturut-turut, yang berhasil ditembus pada perdagangan Senin (18/2) untuk pertama kalinya sejak Mei 2018.

Dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX 35, tercatat 33 saham perusahaan berakhir di wilayah negatif, sementara hanya dua saham yang meningkat.

Raksasa telekomunikasi Telefonica membukukan kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya jatuh 3,82% setelah perusahaan mengumumkan pengurangan laba 65% untuk 2019 karena restrukturisasi di Spanyol.

Disusul oleh saham kelompok perbankan terbesar kelima Spanyol Banco Sabadell yang kehilangan 2,63%, serta operator telepon seluler Masmovil Ibercom merosot 2,38%.

Di sisi lain, perusahaan konstruksi dan infrastruktur ACS, adalah satu dari hanya dua perusahaan yang melihat nilai sahamnya naik, terangkat 3,43%, serta saham perusahaan industri otomotif CIE Automotive naik 1,36%.

Bursa Efek London. Foto: id.wikipedia
Bursa Efek London. Foto: id.wikipedia

Dari London dilaporkan, saham-saham Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis (20/2), dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London turun 0,27% atau 20,38 poin, menjadi 7.436,64 poin.

Imperial Brands, sebuah perusahaan tembakau multinasional Inggris, mencatat kinerja terburuk dengan kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, ketika nilai sahamnya anjlok 7,32%.

Diikuti oleh saham kelompok perusahaan teknologi informasi multinasional Aveva Group yang jatuh 5,63%, serta perusahaan fesyen mewah Inggris Burberry Group merosot 4,62%.

Sementara itu, NMC Health, penyedia layanan kesehatan swasta, melonjak 9,50%, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan manufaktur peralatan medis multinasional Smith & Nephew yang meningkat 7,26%, serta perusahaan jasa dan energi multinasional Centrica terangkat 4,11%.

Bursa Efek Frankfurt. Foto: id.wikipedia
Bursa Efek Frankfurt. Foto: id.wikipedia

Adapun dari Frankfurt dilaporkan, saham-saham Jerman ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis (20/2), dengan indeks acuan DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt melemah 0,91% atau 125,00 poin, menjadi 13.664,00 poin.

MTU Aero Engines, perusahaan produsen mesin pesawat, mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan nilai sahamnya kehilangan 2,87%.

Disusul oleh saham perusahaan pembuat pakaian dan peralatan olah raga Adidas yang berkurang 2,63%, serta saham maskapai penerbangan Jerman Lufthansa turun 2,50%.

Di sisi lain, perusahaan pemasok peralatan dialisis ginjal Fresenius Medical terangkat 3,72%, menjadi pencetak keuntungan teratas (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan pabrikan otomotif terkemuka Jerman Daimler yang menguat 2,28%, serta perusahaan perawatan kesehatan Eropa Fresenius SE naik 2,26%.

Perusahaan perangkat lunak multinasional SAP adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 261,9 juta euro (US$ 282,6 juta).

Bursa Efek Paris. Foto: id.wikipedia
Bursa Efek Paris. Foto: id.wikipedia

Sedangkan dari Paris dilaporkan, saham-saham Prancis melemah pada akhir perdagangan Kamis (20/2/2020), dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris turun 0,80% atau 48,9 poin, menjadi 6.062,30 poin.

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC 40, tercatat 28 saham mengalami penurunan harga dan 12 saham sisanya naik.

Pemimpin transformasi digital Prancis Atos mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan nilai sahamnya jatuh 4,33%.

Diikuti oleh saham kelompok perusahaan produsen barang-barang fesyen mewah internasional Prancis Kering yang kehilangan 3,49%, dan perusahaan asuransi multinasional Prancis AXA merosot 3,47%.

Sementara itu, perusahaan spesialis manajemen energi internasional Prancis Schneider Electric melonjak 5,65%, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham kelompok perusahaan industri Prancis Bouygues yang terangkat 4,57%, serta perusahaan pabrikan mobil multinasional Prancis Renault naik 2,98%.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN