Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Eropa

Bursa Eropa

Bursa Eropa Selasa Berakhir Bervariasi

Gora Kunjana, Rabu, 20 November 2019 | 08:40 WIB

JAKARTA, investor.id – Bursa Eropa pada perdagangan Selasa (19/11/2019) ditutup bervariasi. Dilaporkan dari Madrid, saham-saham Spanyol ditutup hampir tidak berubah pada perdagangan Selasa (19/11/2019), dengan indeks acuan IBEX-35 di Bursa Efek Madrid naik tipis 0,01% atau 1,20 poin, menjadi 9.259,20 poin setelah dibuka di 9.258,00 poin,

Sebanyak 24 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam IBEX-35 mengalami kenaikan harga, sementara 11 saham perusahaan lainnya turun.

Perusahaan produsen baja Acerinox menjadi peraih keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya bertambah 1.48%.

Disusul saham perusahaan produsen energi bersih Siemens Gamesa Renewable Energy yang menguat sebesar 1,42%, sementara produsen selulosa dan energy bersih Ence Energia y Celulosa naik 1,22%.

Di sisi lain, perusahaan telekomunikasi Cellnex Telecom mencatat kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau bluechips, dengan harga sahamnya turun 2,15%.

Diikuti oleh saham raksasa tekstil Inditex dengan penurunan harga saham 1,64%, serta perusahaan penyedia energy Naturgy melemah 1,37%. 

Dari London dilaporkan, saham-saham Inggris berakhir lebih tinggi pada perdagangan Selasa (19/11/2019), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London menguat  0,22% atau 16,10 poin, menjadi 7.323,80 poin.

Halma, kelompok perusahaan teknologi yang membuat produk untuk deteksi bahaya dan perlindungan jiwa, melonjak 8,45%, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan penjaminan, inspeksi, pengujian produk dan sertifikasi multinasional Inggris Intertek Group dan perusahaan pelayanan perawatan NMC Health,  yang masing-masing meningkat sebesar 3,69% dan 3,59%.
Sementara itu, Ferguson. Distributor produk pipa dan pemanas multinasional  mengalami kerugian paling banyak (top loser) dari saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya turun 2,12%.

Diikuti oleh saham perusahaan energy Skotlandia SSE, yang berkurang  1,53%, serta perusahaan pembangunan perumahan Inggris Persimmon  turun 1,51%.

Sedang dari Frankfurt dilaporkan, saham-saham Jerman berakhir lebih tinggi pada perdagangan Selasa (19/11/2019), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt naik tipis 0,11% atau 14,11 poin menjadi 13.221,12 poin.

Saham perusahaan produsen mesin pesawat terbang MTU Aero  menguat 2,57%, menjadi peraih keuntungan paling banyak (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham perusahaan maskapai penerbangan Jerman Lufthansa dan perusahaan jasa pos Jerman Deutsche Post,  yang masing-masing naik sebesar 1,40% dan 0,92%.

Di sisi lain kelompok perusahaan energi RWE mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya melemah 0,94%.

Diikuti oleh saham perusahaan produsen semikonduktor Infineon Technologies serta pabrikan material Covestro,  yang masing-masing turun sebesar 0,92%,dan 0,91%.  

Perusahaan perangkat lunak multinasional SAP adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 264,3 juta euro (US$292,7 juta).

Adapun dari Paris dilaporkan, saham-saham Prancis berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa (19/11/2019), dengan indeks acuan CAC-40 di Bursa Efek Paris turun 0,35% atau 20,74 poin, menjadi 5,909,05.

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40, tercatat 26 saham mengalami penurunan harga.

Perusahaan penyedia layanan industry minyak dan gas internasional TechnipFMC mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 2,31%.

Disusul oleh saham kelompok perusahaan penglahan air dan limbah Prancis Veolia Environment yang berkurang 1,64%, serta perusahaan farmasi multinasional Prancis Sanofi  turun 1,54%.

Sementara itu, perusahaan perhotelan  multinasional Prancis Accor melonjak 2,21% menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan. atau blue chips.

Diikuti oleh saham perusahaan produsen barang fesyen mewah internasional Prancis Kering yang menguat 1,59%, serta produsen mobil multinasional Prancis Renault naik 1,23%.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA