Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
wall street.

wall street.

Bursa Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Data Ekonomi Positif

Gora Kunjana, Sabtu, 14 September 2019 | 08:13 WIB

NEW YORK, investor.id - Saham-saham di Bursa Efek New York, Wall Street, ditutup lebih tinggi akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena para pelaku pasar mencerna data penjualan ritel terbaru yang datang di atas ekspektasi pasar dan rebpound di data sentiment konsumen.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 37,07 poin atau 0,14% menjadi ditutup di 27.219,52, sebut Xinhua seperti dilansir Antara.

Sedangkan Indeks S&P 500 turun 2,18 poin atau 0,97% menjadi berakhir di 3.007,39 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 17,75 poin atau 0,22% menjadi 8.176,71.
 
Lebih dari setengah dari 30 saham-saham unggulan di Dow Jones diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan saham penentu arah perdagangan Caterpillar dan Boeing, masing-masing naik 1,54% dan 1,10%, berada di antara para pemain terbaik.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 utama diperdagangkan lebih rendah di sekitar bel penutupan, dengan sektor real estat turun 1,27%, memimpin kerugian.

Saham Apple turun 1,94%, setelah Goldman Sachs memangkas target harga untuk saham Apple menjadi US$165 per saham dari US$187 per saham.

Bank juga memperkirakan penurunan 26% pada saham tersebut, karena metode akutansi perusahaan yang akan memiliki dampak negatif material pada pendapatan.

Di sisi ekonomi, sentiment konsumen rebound ringan pada Septmber ke angka 92 dari penurunan tajam Agustus, University of Michigan mengatakan dalam survei pada Jumat (13/9/2019).

Namun angka tersebut masih menandai level terendah ketiga sejak pilpres AS Donald Trump.  

“Kekhawatiran tentang dampak tariff terhadap ekonomi domestic juga meningkat pada awal September, dengan 38% dri semua konsumen membuat referensi spontan terhadap dampak negatif tarif persentase tertinggi sejak Maret 2019,” kata Richard Curtin, kepala ekonom Survei Konsumen.

Penjualan ritel dan layanan makanan AS untuk Agustus naik 0,4% bulan ke bulan menjadi mencapai US$526,1 miliar dan 41% di atas level Agustus 2018, Biro Sensus AS mengatakan Jumat (13/9/2019).

Keuntunga terutama didorong oleh pengeluaran yang lebih tinggi  untuk kendaraan bermotor dan suku cadang, serta bahan bangunan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN