Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wall Street. Foto: wsj.com

Wall Street. Foto: wsj.com

Bursa Wall Street Ditutup Bervariasi, S&P 500 Catat Rekor Tertinggi

Gora Kunjana, Jumat, 15 November 2019 | 08:08 WIB

NEW YORK, investor.id – Saham-saham di bursa Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena para investor mencerna beberapa data ekonomi utama AS yang dirilis serta laporan laba terbaru sejumlah perusahaan.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,63 poin atau 0,01%, menjadi ditutup di 27.781,96 poin.

Sementara, sebut Reuters seperti dilansir Antara, S&P 500 di Wall Street meningkat 2,59 poin atau 0,08%, menjadi ditutup pada 3.096,63 poin dan Indeks Komposit Nasdaq turun 3,08 poin atau 0,04%, menjadi berakhir di 8.479,02 poin.

Indeks acuan S&P 500 membukukan keuntungan tipis hingga berakhir dengan rekor penutupan tertinggi, karena perkiraan buruk dari para pendukung teknologi Cisco Systems diimbangi oleh laporan kuat dari pengecer besar Walmart.

Indeks Dow Jones berakhir di wilayah negatif, setelah membukukan penutupan tertinggi pada Rabu (13/11/2019), sementara Nasdaq juga berakhir sedikit lebih rendah.

Saham Cisco Systems jatuh 7,3% setelah pembuat peralatan jaringan itu memperkirakan pendapatan dan laba kuartal kedua di bawah ekspektasi, karena meningkatnya ketidakpastian ekonomi global membuat klien jauh dari pengeluaran lebih banyak untuk router dan switch-nya.

Penurunan saham Cisco membenai sebagian besar indeks utama dan membantu menyeret sektor teknologi turun 0,1%.

Sebaliknya, Walmart menaikkan prospek tahunannya, dan pengecer terbesar di dunia itu membukukan laba yang lebih baik dari perkiraan, penjualan yang sebanding dan pertumbuhan e-commerce di pasar terbesarnya selama kuartal ketiga.

Saham Walmart turun 0,3% setelah mencapai rekor tertinggi di awal sesi, tetapi indeks ritel dan consumer discretionary S&P 500 berakhir lebih tinggi setelah laporan perusahaan.

Saham baru-baru ini berjalan ke tertinggi sepanjang masa, dibantu oleh penurunan suku bunga Federal Reserve, laba kuartal ketiga melampaui ekspektasi rendah, dan tanda-tanda ekonomi mungkin berada di posisi terbawahnya.

Musim pelaporan perusahaan kuartal ketiga hampir berakhir dengan sekitar tiga perempat perusahaan S&P 500membukukan laba di atas ekspektasi, tetapi dengan laba yang diperkirakan telah menurun 0,4% secara keseluruhan dari periode tahun sebelumnya, menurut Refinitiv.

Ketua Fed Jerome Powell pada Kamis (14/11/2019)  mengatakan risiko ekonomi AS menghadapi pukulan dramatis sangat kecil, dan investor selanjutnya akan mencari data penjualan ritel AS pada Jumat untuk mengukur kesehatan ekonomi.

Pada Kamis (14/11/2019), sektor real estat S&P 500 berkinerja terbaik, naik 0,8%, sementara energy dan kebutuhan pokok consumen tertinggal bersama dengan teknologi.

Sekitar 6,3 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian 6,9 miliar saham selama 20 sesi terakhir.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA