Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
wall street.

wall street.

Bursa Wall Street Melonjak, Terbaik Sejak Agustus

Gora Kunjana, Sabtu, 5 Oktober 2019 | 08:36 WIB

NEW YORK, investor.id –  Bursa Wall Street melonjak pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah pertumbuhan lapangan kerja moderat pada September meringankan serentetan data ekonomi suram pekan ini yang telah menggiring pasar dan memicu kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar dunia itu mungkin akan memasuki resesi.

Reli saham teknologi yang dipimpin oleh Apple Inc juga membantu mengangkat indeks-indeks acuan mengakhir gerakan rollercoaster di pasar minggu ini. Setelah kehilangan sekitar 3% pada Selasa (1/10/2019) dan Rabu (2/10/2019), S&P 500 pada Jumat (4/10/2019) mencatat kenaikan terbesar satu hari sejak 16 Agustus, sebagian berkat lonjakan di akhir sesi.

Namun untuk minggu ketiga berturut-turut Dow dan S&P 500 melemah.

Laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan penggajian (payrolls) nonpertanian meningkat 136.000 pada bulan lalu dan tingkat pengguran turun untuk pertama kalinya dalam enam bulan.

“Ini semacam laporan Goldilocks (moderat), tidak cukup kuat untuk memindahkan Federal Reserve dari pemotongan suku bunga pada akhir Oktober, tetapi itu tidak cukup lemah untuk membuat Anda khawatir tentang pasar tenaga kerja atau konsumen,” kata Shawan Snyder, kepala tentang strategi investasi di Citi Personal Wealth Management di New York.

Spekulasi bahwa Fed akan memangkas suku bunga telah melonjak minggu ini setelah kontraksi dramatis dalam manufaktur AS, pendinginan perekrutan sektor swasta, dan penurunan aktivasi sektor jasa yang menunjuk pada meluasnya dampak dari perang dagang AS-Tiongkok.  

Pedagang melihat peluang 77,5% bahwa bank sentral akan menurunkan biaya pinjaman pada pertemuan kebijakan akhir bulan bulan ini, naik dari 40% pada Senin (30/9/2019). The Fed memangkas suku bunga pada Septmber untuk kedua kalinya tahun ini dan mengatakan pengurangan di masa depan akan “bergantung pada data”.

Dengan kekhawatiran terkait perang perdagangan dan pengaruhnya terhadap ekonomi AS membebani sentiment, S&P 500 naik 2% selama 12 bulan terakhir, dan sekitar 2% dari rekor penutupan tertinggi pada Juli.

“Meskipu pelaku pasar telah menjual saham dan membeli obligasi, pada akhirnya Anda mengatakan, ‘wah, saya masih harus mendapatkan beberapa pengambilan untuk investasi saya, dan itu akan datang dari saham,” kata Tom Martin, senior manajer portofolio di GLOBALT Investments.

Saham Apple Inc naik 2,8% setelah sebuah laporan mengatakan bahwa perusahaan akan meningkatkan produksi model iPhone 11.

Semua 11 indeks sektor utama naik, dipimpin oleh kenaikan 1,9% di S&P.

Indeks Dow Jones Industrial Average, demikian Reuters,  naik 372,68 atau 1,42%, menjadi berakhir di 26.573,72.Indeks S&P 500 bertambah 41,38 poin atau 1,42%, menjadi ditutup di 2.952,01 poin. Indeks Komposit Nasdaq menguat 110,21 poin atau 1,40%, menjadi berakhir di 7.982,47 poin.

Volume transaksi di bursa Amerika ringan di 5,9 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 7,3 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Untuk minggu ini, Indeks S&P 500 turun 0,3%, Dow kehilangan 0,9% dan nasdaq menambahkan 0,5%. 

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA