Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bussan Auto Finance,

PT Bussan Auto Finance,

Bussan Auto Finance Tawarkan Obligasi Rp 1,22 Triliun

Rabu, 14 April 2021 | 10:24 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -- PT Bussan Auto Finance berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Bussan Auto Finance Tahap II senilai Rp 1,22 triliun. Obligasi ini akan ditawarkan dengan kupon 4,9-6,9%.

Berdasarkan keterbukaan informasi dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), obligasi itu adalah bagian dari Obligasi Berkelanjutan I Bussan Auto Finance dengan nilai total Rp 3,5 triliun. Pada 2020, perseroan sudah menerbitkan bagian pertama dari obligasi tersebut sebesar Rp 100 miliar.

Adapun untuk Obligasi Berkelanjutan I Bussan Auto Finance Tahap II akan diterbitkan dalam dua seri. Seri A akan diterbitkan dengan nilai pokok Rp 500 miliar, tingkat bunga 4,9%, dan tenor 370 hari. Sementara Seri B diterbitkan dengan nilai pokok Rp 725 miliar, tingkat bunga 6,9% dan tenor tiga tahun.

Sesuai rencana, masa penawaran umum obligasi akan dilakukan pada 21-22 April 2021. Masa penjatahan pada 23 April 2021, distribusi secara elektronik pada 27 April 2021 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 28 April 2021. Bertindak sebagai penjamin pelaksana dalam emisi obligasi ini adalah PT Indo Premier Sekuritas.

Sebelumnya, Analis Divisi Pemeringkatan Jasa Keuangan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Danan Dito mengatakan, penerbitan surat utang multifinance memang akan membaik tahun ini. Hal ini didukung oleh membaiknya penjualan otomotif pada 2021, meski belum bisa sebaik sebelum pandemi Covid-19.

"Ditopang pula oleh banyaknya surat utang jatuh tempo tahun ini," kata dia.

Penopang lainnya adalah adanya relaksasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk industri pembiayaan. Di dalam relaksasi itu ada kemudahan atau fleksibilitas bagi industri multifinance untuk menerbitkan medium term notes (MTN) dan surat utang lainnya.

Berdasarkan data Pefindo, nilai penerbitan surat utang pada 2020 mencapai Rp 96,6 triliun. Penerbitan ini paling banyak berupa obligasi sebesar Rp 80,05 triliun dan MTN sebesar Rp 6,75 triliun, sedangkan sisanya dalam bentuk surat utang lainnya.

Dilihat dari industrinya, multifinance tercatat paling banyak menerbitkan obligasi pada 2020, yakni sebesar Rp 14,35 triliun. Kemudian ada lembaga keuangan khusus sebesar Rp 12,28 triliun.

Adapun berdasarkan pipeline Bursa Efek Indonesia (BEI), saat ini terdapat 19 perusahaan yang akan menerbitkan obligasi atau sukuk dengan nilai Rp 19,85 triliun. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, 3 dari 19 perusahaan tersebut akan mencatatkan obligasi atau sukuk perdananya dengan nilai total Rp 5,1 triliun.

"Salah satunya adalah anak usaha BUMN," papar dia.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN