Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Foto: Perseroan.

Salah satu pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Foto: Perseroan.

Cair, Dana Hasil Emisi Obligasi Waskita Precast Rp 500 Miliar

Jauhari Mahardhika, Senin, 15 Juli 2019 | 09:09 WIB

JAKARTA, investor.id – Dana hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan I tahap I oleh PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah cair sebesar Rp 500 miliar pada 5 Juli 2019. Obligasi tersebut telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2019.

Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana mengatakan, penerbitan obligasi ini adalah timing yang tepat bagi perusahaan. Momentum yang tepat ini didukung oleh peningkatan peringkat Indonesia dan banyaknya obligasi yang jatuh tempo, sehingga menambah demand.

Selain itu, dikombinasikan dengan posisi keuangan perseroan yang sehat dan atraktif. “Penerbitan obligasi ini sesuai dengan kebutuhan investasi jangka menengah dan panjang perusahaan,” kata Jarot dalam keterangan resmi, Minggu (14/7).

Dia menegaskan, obligasi menjadi alternatif pendanaan dari perbankan yang selama ini digunakan oleh perusahaan, karena obligasi memiliki jatuh tempo yang lebih panjang. Perseroan akan menggunakan 40% dana hasil emisi obligasi untuk modal kerja guna mendukung penyelesaian proyek-proyek yang ada.

“Selain itu, dengan dana obligasi ini, kami akan membidik proyek-proyek jalan tol, jalan, jembatan, dan energi. Dengan demikian, perseroan dapat meningkatkan nilai kontrak baru,” tutur Jarot.

Sedangkan 60% dana hasil emisi obligasi akan dipakai untuk investasi pembangunan pabrik, yang rencananya akan dibangun di Penajam serta investasi penambahan kapasitas pabrik eksisting di Bojonegara dan Gasing.

Sebelumnya, pada masa penawaran awal, obligasi tersebut kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 2,18 kali dari jumlah yang ditawarkan sebesar Rp 500 miliar. Total pesanan yang masuk mencapai Rp 1,09 triliun.

Adapun PT PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas menjadi penjamin pelaksana emisi efek.

Obligasi Waskita Precast mendapat peringkat BBB+ dari Fitch Rating atau termasuk dalam investment grade. Ini menunjukkan bahwa perseroan dianggap memiliki kemampuan yang cukup dalam melunasi utangnya, sehingga investor dapat berinvestasi secara aman. Selain itu, jaminan obligasi perseroan berbentuk tanpa jaminan khusus (clean basis).

Sementara itu, obligasi berkelanjutan tahap selanjutnya sebesar Rp 1,5 triliun akan dilakukan paling cepat pada kuartal III-2019. Surat utang tersebut juga merupakan bagian dari program Obligasi Berkelanjutan I senilai total Rp 2 triliun.

Tren Positif

Waskita Beton Precast menunjukkan tren kinerja yang positif. Hingga pertengahan Juni 2019, anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tersebut mengantongi kontrak baru senilai Rp 3,04 triliun atau naik 2,3% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 2,97 triliun.

Perolehan kontrak baru tersebut berasal dari beberapa proyek besar, antara lain Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Jalan Tol Cimanggis-Cibitung, Pantai Indah Kapuk II, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II, Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Seksi II, dan proyek lainnya.

Adapun beberapa proyek utama yang tengah disuplai oleh Waskita Precast adalah Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kp Melayu Seksi I, Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Jalan Tol Depok-Antasari, Jalan Tol Kayu Agung Betung, Pantai Indah Kapuk II, dan Jembatan Patimban.

“Sebagai produsen beton pracetak (precast) terbesar di Tanah Air, konsistensi perseroan dalam penambahan kapasitas juga dibarengi dengan pengembangan produk baru, antara lain rumah precast, tiang listrik beton, dan bantalan kereta api,” jelas manajemen Waskita Precast.

Adapun strategi dan keseriusan perseroan untuk pengembangan produk merupakan bagian komitmen dari strategi perusahaan untuk mengembangkan pasar eksternal yang diharapkan terus meningkat dengan target kontribusi 40% pada 2019.

Tahun ini, Waskita Precast mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 900 miliar. Perseroan juga membutuhkan modal kerja yang diproyeksikan sekitar Rp 6-7 triliun sepanjang 2019. Alokasi tersebut demi mengejar target pendapatan tahun ini yang mencapai Rp 10 triliun.

Sesuai rencana, capex tahun ini akan banyak diserap untuk melanjutkan pembangunan pabrik baru precast di Balikpapan. Saat ini, prosesnya sudah 60% dan diharapkan rampung pada semester II-2019.

Selain pabrik baru tersebut, perseroan telah memiliki sebanyak 11 fasilitas pabrik beton di Klaten, Sadang, Karawang, Cibitung, Kalijati, Gasing, Palembang, Bojonegara, Prambon, Legundi, dan Subang. Saat ini, kapasitas produksi precast perseroan mencapai 3,5 juta ton per tahun dan akan ditingkatkan menjadi 3,75 juta ton per tahun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN