Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk Tee Teddy Setiawan (dua dari kiri) berbincang dengan Direksi Cashlez Tan Leny Yonathan dan Suwandi (kanan) serta Direktur PT Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli (kiri), di sela paparan publik di Jakarta, Senin (16/3/2020). Foto: Investor Daily/.DAVID GITA ROSA

Direktur Utama PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk Tee Teddy Setiawan (dua dari kiri) berbincang dengan Direksi Cashlez Tan Leny Yonathan dan Suwandi (kanan) serta Direktur PT Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli (kiri), di sela paparan publik di Jakarta, Senin (16/3/2020). Foto: Investor Daily/.DAVID GITA ROSA

Cashlez Patok Harga IPO Rp 298-358

Senin, 16 Maret 2020 | 17:55 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk mengincar dana hingga Rp 100 miliar dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham bulan depan. Perseroan bakal melepas 300 juta saham biasa atas nama, atau sebanyak-banyaknya 20,298% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan harga penawaran Rp 298-358. Perseroan juga menerbitkan waran dengan rasio 1:1.

Presiden Direktur Cashlez Worldwide Indonesia, Tee Teddy Setiawan mengungkapkan, dana yang diperoleh dari hasil IPO akan digunakan untuk mengakuisisi perusahaan serupa yang bergerak di bidang payment gateway. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja.

“Sekitar 48,57% akan digunakan untuk mengambil alih 51% saham PT Softorb Technology Indonesia (STI). Sisanya sekitar 51,43% akan digunakan sebagai modal kerja perseroan,” kata Teddy di Jakarta pada Senin (16/3).

Teddy Setiawan menambahkan, Cashlez menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Perseroan menargetkan mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 7 April 2020.

“Masa penawaran umum akan dilangsungkan pada 8 April 2020, sedangkan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 20 April 2020,” tutur dia.

Menurut Teddy, hingga 31 Oktober 2019, Cashlez membukukan pendapatan Rp 11,73 miliar, naik 96,07% dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 5,98 miliar.

“Peningkatan pendapatan bersih utamanya ditopang peningkatan volume transaksi. Hingga Februari lalu, volume transaksi Cashlez mencapai Rp 1,3 triliun,” papar dia.

Tahun ini, kata Teddy Setiawan, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 120%. “Kami optimistis bisa mencapainya karena nantinya pendapatan perseroan juga akan ditopang STI yang telah diakuisisi sebagai anak usaha,” tandas dia.

Teddy menjelaskan, Cashlez masih membukukan rugi bersih periode berjalan sebesar Rp 8,75 miliar, naik 96,62% dari sebelumnya Rp 4,45 miliar. “Kami terus menggenjot promosi, sehingga kami optimistis dapat membukukan kinerja keuangan positif,” ucap dia.

Tak Khawatirkan Pasar

Di tengah situasi pasar modal yang masih volatile, Teddy mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan IPO perseroan. Soalnya, IPO tersebut merupakan rencana jangka panjang yang sudah disiapkan sejak lama sebelum merebaknya Virus Korona. “Dampaknya paling hanya dari investor ritel. Tapi dari investor investor institusi tetap berjalan,” tegas dia.

Direktur Sinarmas Sekuritas, Kerry Rusli mengungkapkan, ada tiga investor besar yang akan berinvestasi di Cashlez. “Yang diincar ketika melakukan roadshow adalah investor high networks individual serta institusional yang memang memiliki visi yang sama dengan Cashlez,” ujar dia.

Kerry menambahkan, model bisnis dan teknologi payment gateway yang dimiliki Cashlez akan memudahkan transaksi di toko-toko. Cashlez dengan konsep multipayment akan menjadikan penggunaan electronic data capture (EDC) lebih sederhana.

Berdiri sejak 2015, PT Cashlez Worldwide Indonesia merupakan perusahaan teknologi finansial pembayaran yang memberikan solusi untuk merchant dan menawarkan nilai lebih agar pemilik usaha dapat mengatur dan menumbuhkan bisnisnya.

Cashlez menciptakan sistem mPOS (mobile point of sale), yang dilengkapi penerimaan pembayaran menggunakan kartu, baik kartu kredit maupun kartu debit berbasis aplikasi pada smartphone (android dan iOS) yang dihubungkan dengan card reader melalui bluetooth.

Selain dapat menerima kartu, merchant dapat menerima metode pembayaran digital lainnya, seperti pembayaran kode QR (LinkAja, OVO, GoPay, ShopeePay, Kredivo), Cashlez-Link untuk pembayaran e-commerce, dan pembayaran virtual account.

Cashlez mengembangkan fitur POS dan back-office reporting kepada merchant, sebagai komitmen Cashlez untuk mempermudah merchant dalam mengatur dan meningkatkan bisnisnya.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN