Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi portofolio investasi. Foto: mncsekuritas.id

Ilustrasi portofolio investasi. Foto: mncsekuritas.id

Catat, 16 Perusahaan akan IPO

Farid Firdaus, Senin, 12 Agustus 2019 | 10:14 WIB

JAKARTA, investor.id – Sebanyak 16 perusahaan dari berbagai sektor berniat melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mayoritas calon penghuni baru bursa ini menggunakan dasar valuasi laporan keuangan Maret-April 2019.

Berdasarkan data BEI yang dirilis akhir pekan lalu, masih ada dua calon emiten yang masuk dalam daftar dengan menggunakan laporan keuangan Desember 2018, yaitu PT Dana Brata Luhur yang bergerak di sektor pertambangan dan PT Itama Ranoraya yang berkecimpung di sektor perdagangan dan jasa.

Sementara itu, tiga calon emiten sudah menunjuk PT Kresna Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) atas aksi IPO saham. Tiga perusahaan tersebut adalah PT Telefast Indonesia, PT Digital Mediatama Maxima, dan PT Gunung Raja Paksi.

Direktur Utama Kresna Sekuritas Octavianus Budiyanto mengatakan, sejauh ini rencana IPO ketiga perusahaan tersebut berjalan sesuai jalur yang telah dicanangkan. “Telefast Indonesia yang akan listing lebih dahulu. Rencananya perseroan akan merilis prospektus dan dilanjutkan pada masa penawaran di minggu ketiga Agustus ini,” jelas dia kepada Investor Daily, Minggu (11/8).

Telefast Indonesia merupakan anak usaha dari PT M Cash Intergrasi Tbk (MCAS), atau cucu usaha dari PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN). Sementara itu, entitas usaha Kresna yang lain yakni PT Digital Mediatama Maxima menggunakan dasar vauasi laporan keuangan 30 April 2019.

Sebelumnya, Managing Director Kresna Graha Investama Suryandy Jahja mengatakan, Digital Mediatama merupakan anak usaha PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), yang merupakan bagian dari grup perseroan. Perusahaan ini diproyeksikan bakal melepas hingga 30% saham dengan target dana sekitar Rp 300-Rp 500 miliar.

“Susunan kepemilikan pada Digital Mediatama ini adalah 30% saham milik NFC, PT M Cash Integrasi (MCAS) punya 5% saham, Kresna Private Equity ada 25%, dan teman-teman founder yang lain memiliki 40%,” jelas dia, baru-baru ini.

Adapun produsen lembaran baja Gunung Raja Paksi menggunakan dasar valuasi 31 Maret 2019. Perusahaan baja ini berniat melepas 10% saham dengan target dana lebih dari Rp 1 triliun.

Apabila berjalan mulus, Gunung Raja Paksi berpotensi menjadi emiten dengan raihan dana IPO terbesar kedua, setelah PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) go public pada 9 Juli kemarin dengan perolehan dana Rp 4,76 triliun.

Properti dan Industri Dasar

Data BEI terbaru juga menunjukkan empat perusahaan di sektor properti dan real estate berminat menjadi penghuni bursa baru tahun ini. Keempat tersebut adalah PT Bhakti Agung Propertindo, PT Dynatal Tatapersada Sampurna, PT Nusantara Almazia, dan PT Alamanda Investama.

Sedangkan pada sektor industri dasar, muncul nama PT Optima Prima Metal Sinergi, yang tercatat sebagai salah satu perusahaan besi scrap terbesar di Indonesia serta PT Saraswanti Anugerah Makmur. Selanjutnya, ada PT Trinitan Metals and Minerals yang bergerak di bisnis pengelolaan logal dan mineral dan berlokasi di Bogor, Jawa Barat.

Dari sektor aneka industri, ada PT Gaya Abadi Sempurna, PT Ifishdeco di sektor tambang, dan PT Meka Adipratama di sektor jasa juga berniat melantai di BEI.

Sebagai informasi, satu calon emiten yakni PT Kencana Energi Lestari sedang melangsungkan proses penawaran umum sejak 9 Agustus-14 Agustus. Perseroan yang begerak di bisnis pembangkit listrik energi terbarukan ini menargetkan listing di BEI pada 20 Agustus.

Perseroan melepas hingga 977,68 juta saham atau maksimal 25% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Harga penawaran berkisaran Rp 250-Rp 420 per saham. Dengan demikian, perseroan membidik dana segar sebesar Rp 245 miliar hingga Rp 410 miliar.

PT Bahana Sekuritas, PT Mirae Asset Sekuritas dan PT RHB Sekuritas menjadi underwriter IPO Kencana Energi. Saat ini, perseroan dalam proses membangun Pembangkit Listrik Tenaga Matahari (PLTM) Madong yang direncanakan akan selesai pada kuartal III 2021. PLTM bakal berkapasitas 10 Megawatt yang menghabiskan dana sekitar Rp 300 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA