Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung memakai masker penutup hidung dan mulut melintas di depan papan elektronik perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (2/3/2020). BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal.

Pengunjung memakai masker penutup hidung dan mulut melintas di depan papan elektronik perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (2/3/2020). BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal.

Cegah Covid-19, Analis Sarankan RUPS Emiten BUMN dan Anak Usaha Ditunda

Mashud, Kamis, 26 Maret 2020 | 15:30 WIB

JAKARTA, investor.id – Terus meningkatnya jumlah masyarakat yang terjangkit Covid-19 menunjukan penyebaran virus asal Wuhan ini masih harus diwaspadai. Untuk itu pemerintah terus menghimbau masyarakat untuk mematuhi semua prosedur pencegahan Covid-19. Salah satunya tidak membuat kegiatan yang berpotensi mengumpulkan banyak orang.

Salah satu kegiatan yang berpotensi mempertemukan banyak orang di pasar modal adalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Kendati cukup penting bagi kelanjutan bisnis perusahaan, RUPS pun diminta tidak dilakukan di masa darurat korona ini.

Diungkapkan Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee, RUPS sebaiknya ditunda hingga Juli – Agustus 2020 atau setelah tidak ada lagi penyebaran Covid-19. Saran ini tidak hanya ditujukan pada emiten swasta tetapi juga emiten berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sebelumnya menjadwalkan RUPS pada Maret-April 2020.

"Kalau dilihat RUPST biasanya mengumpulkan orang banyak pada satu tempat. Padahal, mengumpulkan orang dalam jumlah besar sangat rawan untuk penyebaran Virus Korona," ujar Hans kepada media, Kamis (26/3/2020).

Pandangan senada dikemukakan oleh Budi Frensidy, Pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia (UI). Ia mengatakan, rencana RUPS emiten BUMN dan anak usahanya sebaiknya dijadwal ulang, apalagi bila animo investor publik yang ingin hadir tetap tinggi.

“Menurut saya, sebaiknya ditunda ke akhir Mei atau awal Juni 2020," terang dia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengantisipasi keadaan darurat pandemi Covid-19 dengan melonggarkan batas waktu RUPST. OJK membolehkan pelaksanaan RUPST yang seharusnya dilakukan paling lambat 30 Juni diubah menjadi 31 Agustus 2020.

Penyelenggaraan RUPS juga diperbolehkan dengan mekanisme electronic proxy melalui sistem e-RUPS yang disiapkan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Sistem ini memungkinkan pemegang saham tidak perlu hadir secara fisik dan cukup diwakili oleh proxy-nya.

Adapun saat ini, tercatat sebanyak 19 emiten BUMN dan anak usahanya yang berencana menggelar RUPST pada Maret dan April 2020. Di bulan Maret 2020, emiten BUMN dan anak usaha yang berencana melaksanakan RUPST adalah PT Wijaya Karya Beton (WTON) pada 26 Maret 2020. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada 30 Maret 2020 namun akan ditunda menjadi akhir Mei 2020. Dan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WEGE ) pada 31 Maret 2020.

Sedangkan emiten BUMN dan anak usahanya yang akan mengadakan RUPS di bulan April adalah PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) 8 April 2020, PT PP Presisi Tbk (PPRE) 8 April 2020, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) 14 April 2020, PT PP Presisi (PPRO) 14 April 2020, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) 16 April 2020, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 16 April 2020 diubah menjadi 29 April 2020, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) 17 April 2020, PT Wijaya Karya (WIKA) 21 April 2020, PT Solusi Bangun Persada Tbk (SMCB) 21 April 2020, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) 21 April 2020, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) 22 April 2020, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) 22 April 2020, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) 23 April 2020, PT Garuda Maintenance Facility Tbk (GMFI) 23 April 2020, PT Phapros Tbk (PEHA) 27 April 2020 dan PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) 29 April 2020.

 

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN