Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penandatanganan Kerja Sama antara PT Bursa Efek Indonesia dengan Komite Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Entrepreneur di Gedung BEI, Jumat (7/8/2020).

Penandatanganan Kerja Sama antara PT Bursa Efek Indonesia dengan Komite Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Entrepreneur di Gedung BEI, Jumat (7/8/2020).

Cegah Resesi, Sandi Dorong Pasar Modal Jadi Alternatif Pendanaan UMKM

Sabtu, 8 Agustus 2020 | 06:08 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pandemi Covid-19 telah berdampak signifikan bagi perekonomian dunia. Tidak terhitung jumlah negara yang telah jatuh ke jurang resesi ekonomi.

Pengusaha nasional Sandiaga Uno mengatakan, resesi ini juga tengah menghantui Indonesia. Menurutnya ancaman resesi semakin nyata jika peningkatan jumlah kasus baru Corona tak bisa ditekan, selain itu untuk mencegah resesi, realisasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) harus dipercepat

"Saya sampaikan bahwa kita masuk ke resesi sudah semakin nyata di depan kita, apabila skema Penyaluran dana PEN ke Pemda dan UMKM terlambat direalisasikan,” papar Sandi saat menghadiri Penandatanganan Kerja Sama antara PT Bursa Efek Indonesia dengan Komite Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Entrepreneur di Gedung BEI, Jumat (7/8/2020).

Dikatakan Sandi, harusnya 8 Provinsi yang kontribusi PDB nasionalnya tertinggi diberikan skema khusus Pinjaman dengan Bunga 0% cepat realisasinya serta besar nilainya.

Dia menegaskan, di kuartal II-2020 ini pertumbuhan ekonomi Indonesia telah mengalami kontraksi -5,32%. Jika kuartal III ini Indonesia mau selamat dari resesi maka harus menjadikan Pemda dan UMKM sebagai garda terdepan dalam penyerapan anggaran penggerak sektor riil.

Sementara untuk dana PEN melalui Jalur Himbara dan Bank Daerah sudah berjalan baik. “Tapi nilainya kan kecil hanya Rp 30 triliun. Belum mampu menopang secara menyeluruh daya beli yang terus menurun,” ujarnya.

Untuk itu menurutnya pasar modal bisa menjadi alternatif pendanaan UMKM, karenanya MoU antara BEI dengan KAHMIPreneur sangat tepat. Adapun penandatanganan kerja sama antara BEI dengan KAHMIPreneur turut disaksikan Hoesen selaku Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK.

Dalam kesempatan itu Founder KAHMIPreneur yang juga Anggota Komisi XI-DPR, Kamrussamad mendorong Pemerintah untuk segera mempercepat realisasi program PEN demi menghindari resesi. Percepatan tadi terutama terkait penyaluran anggaran kesehatan, bantuan sosial (Bansos) untuk mendongkrak konsumsi masyarakat, dan dorongan pada sektor UMKM serta korporasi pada industri padat karya.

Kamrussamad mengapresiasi langkah pemerintah yang menggulirkan program BLT bagi 13, 8 juta Pekerja Non PNS dan Non BUMN dengan gaji di bawah Rp 5 juta dengan menggunakan basis data BPJS Ketenagakerjaan selama 4 bulan.

“Penyaluran BLT ini bisa meningkatkan daya beli pekerja, namun belum tentu bisa menyelamatkan Indonesia dari resesi ekonomi,” ujarnya.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN