Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja memantau jalannya perdagangan saham di gedung BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019).  Foto: SP/Ruth Semiono

Pekerja memantau jalannya perdagangan saham di gedung BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). Foto: SP/Ruth Semiono

Cermati MAIN, TPIA, GGRM, BNGA, BNLI, TINS, MEDC, INCO, ERAA

ELY, Rabu, 12 Juni 2019 | 08:59 WIB

Reliance Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG akan bergerak kembali mencoba bertahan diarea MA50 dengan tekanan pelemahan menutup gap dalam jangka pendek. Support resistance IHSG diperkirakan berada di level 6200-6310. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya MAIN, TPIA, GGRM, BNGA, BNLI, TINS, MEDC, INCO, ERAA.

Secara teknikal pergerakan IHSG kembali menguji resistance Moving Average 50 hari yang berada dikisaran level 6300 sebagai konfirmasi melanjutkan penguatannya hingga target bearish trend line yang berada pada dilevel 6.400. Meskipun demikian phase distribusi atau profit taking membayangi melihat gap up yang terjadi cukup signifikan dengan kondisi momentum secara RSI maupun Stochastic yang cukup tinggi dan mulai menjenuh.

IHSG (+0.26%) menguat 16.38 poin kelevel 6305.99 dengan sektor pertambangan (+0.64%) dan Infrastruktur (+0.55%) memimpin penguatan. IHSG mampu bertahan pada zona positif setelah sempat mengalami pelemahan ditengah aksi jual investor. Beberapa faktor menjadi pemicu kuatnya IHSG diantaranya; Indonesia memotong benchmark harga batubara Juni menjadi $81.48 per Ton dengan harapan meningkatnya aktifitas export batubara dalam negeri.

S&P meningkatkan Countri Risk Assessment Industri Perbankkan menjadi 6 dari 7 dengan alasan Ekonomi Indonesia secara konsisten mengungguli negara berkembang lain pada tingkat pendapatan dan prospek pertumbuhan yang tetap kuat.

Pemerintah yang mempertimbangkan pemangkasan suku bunga pada semester kedua tahun ini guna merangsang kembali pertumbuhan investasi. Serta reboundnnya harga komoditas tambang seperti timah, batubara dan harga minyak mentah dunia. Investor asing tercatat net buy Rp 241,49 miliar dengan rupiah yang menguat 0.08% kelevel Rp14.239 per dolar AS.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN