Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indeks harga saham gabungan (IHSG). Foto ilustrasi: IST

Indeks harga saham gabungan (IHSG). Foto ilustrasi: IST

Cermati MNCN, LPPF, GIAA, dan WIKA

ELY, Senin, 20 Mei 2019 | 10:13 WIB

Erdikha Elit Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat dengan range pergerakan 5.753-5.940.

Apabila level resistent mayor 5864 tertembus tidak menutup kemungkinan akan mengalami teknikal rebound jangka pendek, namun waspada apabila level support 5.788 tertembus tidak menutup kemungkinan bagi indeks bergerak pada trend bearish continuation.

Saham-saham yang dapat dicermati MNCN, LPPF, GIAA, WIKA. Secara teknikal indeks pekan lalu ditutup melemah di zona merah dengan membentuk pola bearish continuation disertai dengan adanya volume signifikan. Pelemahan IHSG akibat dari sentimen eksternal yang lebih mendominasi pergerakan bursa asia.

Hal ini karena AS-china masih melakukan aksi saling balas. Dan ada kabar bahwa china akan membalas AS dengan cara menjual  kepemilikan obligasi pemerintah AS yang mempunyai tenor pendek.

Saat ini china masih memegang sekitar 7% atau US$ 1,12 triliun dari total obligasi pemerintah AS. Tentu hal ini akan menjadi salah satu senjata yang dimiliki china untuk menghadapi perang dagang dengan AS. Sehingga membuat transaksi berjalan di Indonesia mengalami defisit hingga US$ 6,96 milliar atau setara dengan 2,6% dari PDB. Maka potensi aliran dana asing keluar atau outflow bisa saja terjadi dilihat dari net foreign sell mencapai Rp 789 milliar.  

Baca selanjutnya di https://subscribe.investor.id/

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN