Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
lustrasi Indeks Harga Saham Gabungan. Foto: SP/Ruht Semiono

lustrasi Indeks Harga Saham Gabungan. Foto: SP/Ruht Semiono

Cermati Saham JPFA dan FREN

Parluhutan Situmorang, Jumat, 20 September 2019 | 06:57 WIB

JAKARTA, investor.id - Erdikha Elit Sekuritas Indeks pada hari ini diperkirakan masih bergerak konsolidasi kecenderungan menguat dengan range pergerakan 6215 sampai 6290. Saham-saham yang dicermati investor untuk hari ini yaitu meliputi JPFA, FREN.

Beberapa poin penting yang dibahas dalam rapat BI. Pertama, ketegangan AS-Tiongkok dan resiko geopolitik yang terus menekan perekonomian dunia dan pasar global. Kedua, PDB 2019 berada di bawah titik tengah bawah kisaran 5-5,4% dan pada 2020 untuk pertumbuhan ekonomi akan menuju titik tengah 5,1-5,5%.

Ketiga, Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal III-2019 Tetap Terjaga. Neraca Pembayaran Indonesia akan tetap baik sehingga bisa menopang ketahanan eksternal.

Keempat, BI proyeksikan defisit transaksi berjalan (CAD/Current Account Deficit) akan tetap terkendali. Transaksi berjalan tetap terkandali sampai 2020 di 2,5-3% dari PDB ditopang aliran modal masuk. Kelima, Pertumbuhan Kredit Melambat

Pada Juli 2019 yang mencapai 9,6%. Kredit bank melambat dipengaruhi karena terbatasnya permintaan terhadap kredit korporasi dan BI memproyeksikan untuk kredit bank 2019 bisa tumbuh 10-12% dan pada tahun 2020 tumbuh 11-13%. Keenam, BI sempurnakan aturan mengenai makroprudensial dan BI juga melonggarkan LTV kredit property yang diturunkan 5% dan otomotif 5-10% guna mendorong pertumbuhan kredit bank.

Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah terjadi consolidation menguji support level 6215, apabila level ini tertembus maka berpotensi melanjutkan pelemahan hingga menguji level support 6.173. Indikator stochastic Nampak menunjukkan golden cross di level 30 adanya indikasi potensi penguatan yang didukung dengan adanya sinyal beli pada stochastic atau “buy signal on stochastic”. Indeks nampak ditransaksikan relatif sepi dengan nilai transaksi terjadi sebesar 7,75 triliun, kendati asing masih melakukan aksi jual bersih sebesar 596 miliar.

Pelemahan indeks dibebani oleh seluruh sektor, terutama yang sangat membebani indeks kemarin yaitu pada sektor Agriculture (-1.444%), Misc –Ind (-1.191%), Mining (-1.19%), disusul oleh sektor Basic-Ind (-0.82%), Infrastructur (-0.641%), Manufactur (-0.583%), Trade (-0.405%), Finance (-0.382%), Consumer (-0.282%), Property (-0.013%) yang tidak terlalu membebani indeks kemarin.

Hasil rapat Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,25% sebelumnya 5,50%.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA