Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang investor memotret pergerakan indeks di BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: DAVID

Seorang investor memotret pergerakan indeks di BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: DAVID

Cermati TBLA, BISI, INKP, TKIM, WSBP, PGAS, IMAS, INDY, PTPP, ADHI, WIKA, SCMA, SRI

Ely Rahmawati, Selasa, 3 Desember 2019 | 07:06 WIB

JAKARTA, investor.id - Reliance Sekuritas Indonesia menyebutkan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan hingga diatas MA50 dengan support resistance 6.100-6.210.

Saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal diantaranya; TBLA, BISI, INKP, TKIM, WSBP, PGAS, IMAS, INDY, PTPP, ADHI, WIKA, SCMA, SRIL.

Secara teknikal IHSG bergerak optimis menguat mencapai target Moving Average 50 hari dengan potensi menguji resistance dan MA200 apabila kuat terus diatas Moving Average 50 hari yang berada di kisaran level 6145. Indikator stochastic golden-cross pada area oversold dan RSI bullish momentum setelah berhasil reversal.

IHSG (+1.97%) ditutup menguat 118.22 poin kelevel 6130.05 saham-saham pada sektor pertambangan (+3.54%), Konsumer (+2.34%) dan Property (+2.29%) naik signifikan menjadi leader penguatan pada sektoral.

Data indeks Kinerja sektor Manufaktur bulan November 2019 naik lebih dari ekspektasi mendorong optimism investor terlepas dari data regional yang positif.

Data indeks PMI Manufaktur finis naik di 48.2 dari 47.3 di bulan November meskipun masih dibawah level ekspansi. Data inflasi tahunan lebih rendah dari bulan sebelumnya dilevel 3.0% dari 3.13% YoY dan bulanan naik 0.14% dari 0.02%.

Bank Indonesia melihat pertumbuhan ekonomi ekspansi ke 5.1% hingga 5.5% di tahun 2020 dan 5.2% hingga 5.6% di tahun 2021 didukung oleh struktur kebijakan bank sentral. Investor asing melakukan aksi jual sebesar Rp 148,46 miliar dengan saham BBNI, ACES dan PTPP.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA