Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pabrik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk di Cilegon, Banten. (Foto: M Defrizal/GLOBE ASIA)

Pabrik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk di Cilegon, Banten. (Foto: M Defrizal/GLOBE ASIA)

Chandra Asri Jajaki Lagi Emisi Obligasi di Atas Rp 2 Triliun

Farid Firdaus, Senin, 10 Februari 2020 | 17:18 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) kembali membuka peluang menggalang dana dari penerbitan obligasi melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB) III dengan plafon lebih dari Rp 2 triliun pada semester II-2020.

Chandra Asri baru saja menyelesaikan masa penawaran obligasi dalam program PUB II tahap III senilai Rp 750 miliar pada 6-7 Februari lalu. Aksi ini menggenapi rangkaian PUB II dengan total emisi Rp 2 triliun yang dimulai sejak 2018.

Head of Investor Relations Chandra Asri Petrochemical Harry Tamin mengatakan, dengan sejumlah rencana ekspansi perseroan, terutama pabrik CAP 2, perseroan tentunya tetap membutuhkan pembiayaan dari ekuitas dan eksternal. Selama biaya dana (cost of fund) obligasi kompetitif, pihaknya masih mempertimbangkan instrumen tersebut sebagai sumber pembiayaan eksternal.

“Sejak periode PUB I pada 2016 sampai sekarang, ketika perseroan menerbitkan obligasi selalu mendapatkan apresiasi dari investor atau oversubscribed. Jadi, kenapa tidak kita lanjutkan di seri-seri berikutnya pada tahun ini,” jelas dia kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.

Perseroan, menurut Harry, mempertimbangkan total nilai emisi PUB III yang lebih besar dibandingkan PUB II, serta periode penerbitan atau tenor yang lebih panjang. Sampai saat ini belum ada pembicaraan secara spesifik kepada para penjamin emisi mengenai rencana PUB III. Namun, perseroan akan bersikap lebih fleksibel jika pasar obligasi pada semester II masih kondusif.

“Penerbitan obligasi pada semester II sangat dimungkinkan, tapi semuanya tentu tergantung kondisi pasar. Nilai emisi obligasi yang lebih besar, kita nilai akan lebih efektif,” jelas dia.

Sementara itu, lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investor Service menegaskan peringkat Ba3 untuk Chandra Asri yang mencerminkan posisi perseroan sebagai pemimpin industri petrokimia di Indonesia. Dalam hasil pemeringkat yang dirilis 23 Januari 2020, Moody’s juga menilai Chandra Asri memiliki portofolio produk yang terdiverisikasi dan likuiditas yang baik.

Namun, menurut Moody’s, peringkat Chandra Asri dibatasi oleh fluktuasi harga komoditas petrokimia, konsentrasi aset di pulau Jawa, serta belanja modal (capital expenditure/capex) yang tinggi selama lima tahun ke depan jika perseroan merealisasikan pembangunan CAP 2.

Prospek Saham

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, pihaknya merekomendasikan buy saham Chandra Asri berkode TPIA pada harga Rp 8.700-8.800 dalam periode trading selama dua pekan ke depan. Adapun target harga TPIA untuk setahun Rp 9.975. Pada perdagangan Jumat (7/2), TPIA ditutup pada harga Rp 8.800.

Secara terpisah, analis Erdhika Elit Sekuritas Hendri Widiantoro mengatakan, secara teknikal, indikator stochastic TPIA yang berada pada level 25 berpotensi terjadi golden cross, mengindikasikan adanya potensi penguatan terbatas. Adapun level support Rp 8.625 dan resistance Rp 8.950.

Sementara itu, tahun ini, Chandra Asri mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 430 juta, yang mana sebesar US$ 330 juta akan diserap untuk pembangunan CAP 2. Seperti diketahui, CAP 2 membutuhkan dana investasi jumbo yakni sekitar US$ 4-5 miliar.

Sesuai rencana, perseroan juga akan menggalang dana penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Pada 5 Februari lalu, perseroan mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk menerbitkan maksimal 7,16 miliar saham baru. Manajemen memiliki tenggat waktu hingga 12 bulan ke depan untuk mengeksekusi rights issue yang berpotensi menjadi rights issue terbesar di Indonesia tersebut.

“Sampai saat ini, perseroan belum menetapkan spesifik harga pelaksanaan berikut tanggal pelaksanaannya. Skenario untuk mencari investor strategis rights issue selalu terbuka,” kata Head of Investor Relations Chandra Asri Petrochemical Harry Tamin.

Dukungan Pemegang Saham

Manajemen juga percaya pemegang saham perseroan yang eksisting mendukung rencana ini. Hal tersebut terbukti ketika perseroan merealisasikan rights issue sebanyak dua kali yakni pada 2013 dan 2017, saat dua pemegang saham perseroan, yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan SCG Chemicals Company Ltd, melaksanakan haknya.

Selain membuka peluang investor strategis pada rights issue, manajemen juga berharap menetapkan investor yang akan menjadi mitra perseroan dalam pembangunan pabrik CAP 2. Penetapan mitra strategis pabrik ditargetkan dalam waktu dekat.

Pada jadwal master proyek CAP 2, pabrik ini direncanakan memiliki kapasitas sebanyak 125% dari kapasitas CAP 1. Nantinya, setelah proses seleksi investor strategis rampung, perseroan akan melanjutkan ke tahap rencana pembiayaan beserta engineering, procurement and construction (EPC) bidding pada kuartal II-2020. 

Selanjutnya, perseroan akan masuk ke proses persetujuan final investment decision (FID), termasuk financial close pada kuartal IV-2020 dan kemudian masuk ke proses pekerjaan EPC. Secara keseluruhan, pabrik CAP 2 ditargetkan mulai beroperasi pada semester I-2024.

Perseroan juga sebelumnya telah menerima persetujuan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mendapatkan insentif pembebasan pajak dalam jangka waktu tertentu (tax holiday) terkait rencana pembangunan CAP 2.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN