Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chandra Asri. Foto: IST

Chandra Asri. Foto: IST

THAI OIL JADI INVESTOR STRATEGIS

Chandra Asri Raih Investasi hingga US$ 1,7 Miliar

Jumat, 30 Juli 2021 | 06:25 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), perusahaan petrokimia terbesar dan terintegrasi di Indonesia, memilih Thai Oil PCL (Thaioil), kilang refinery unggulan dari PTT PCL, sebagai investor strategis. Chandra Asri memperoleh komitmen investasi senilai total US$ 1,7 miliar atau setara Rp 24,6 triliun dari Thai Oil dan SCG Chemicals Co Ltd untuk pengembangan kompleks petrokimia CAP II.

Chandra Asri dan Thai Oil telah menandatangani perjanjian-perjanjian definitif untuk dilanjutkan ke penambahan modal Chandra Asri melalui penawaran umum terbatas (PUT) atau rights issue. Rencana aksi korporasi tersebut bakal diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adapun anak usaha Thai Oil akan menjadi pembeli siaga (standby buyer).

Nilai investasi Thai Oil yang bakal memperoleh 15% saham Chandra Asri setelah rights issue dan SCG Chemicals yang akan mempertahankan 30,57% saham Chandra Asri, mencapai US$ 1,3 miliar. Transaksi ini masih mensyaratkan persetujuan regulator, termasuk OJK, dan diharapkan selesai selambat-lambatnya pada 30 September 2021. Ini akan menjadi salah satu rights issue terbesar di pasar modal Indonesia.

Selanjutnya, tergantung atas keberhasilan final investment decision (FID) untuk proyek CAP II yang ditargetkan pada 2022, Thai Oil dan SCG Chemicals secara kolektif dapat berinvestasi hingga US$ 0,4 miliar. Dengan demikian, total investasi mencapai US$ 1,7 miliar.

Pemegang saham utama Chandra Asri, yaitu PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan SCG Chemicals mendukung penuh aksi korporasi ini untuk menyuntikkan ekuitas ke Chandra Asri. Hasilnya akan digunakan untuk pengembangan proyek CAP II berskala global oleh anak usaha perseroan, PT Chandra Asri Perkasa. Proyek itu terdiri atas unit cracker, polymerized olefins, serta fasilitas dan utilitas yang terkait.

Adapun total investasi proyek CAP II sekitar US$ 5 miliar. Konstruksi diperkirakan membutuhkan waktu 4-5 tahun. Ekspansi ini akan menggandakan kapasitas produksi perseroan dari saat ini 4,2 juta ton per tahun menjadi lebih dari 8 juta ton per tahun.

“Ini adalah momen yang luar biasa bagi Chandra Asri. Hasil dari rights issue akan secara signifikan meningkatkan rencana kami untuk mengembangkan kompleks petrokimia kedua, seiring dengan langkah perseroan untuk mempercepat pengambilan FID pada 2022,” kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) Chandra Asri Erwin Ciputra dalam keterangan tertulis, kemarin.

Presiden Direktur dan CEO Barito Pacific Agus Salim Pangestu menambahkan, Thai Oil sebagai investor fundamental terpilih melalui proses seleksi yang ketat. “Kami berharap dapat bekerja sama untuk mewujudkan CAP II,” ucapnya.

Sementara itu, Wirat Uanarumit, presiden dan CEO Thai Oil, mengatakan bahwa hal ini merupakan langkah penting bagi pihaknya dan langkah strategis untuk memperluas rantai nilai di bisnis petrokimia. Kemitraan ini juga akan berkolaborasi secara komersial antara Thai Oil dan Chandra Asri, dimana Thai Oil dapat memasok nafta untuk Chandra Asri dari Clean Fuel Project (CFP) senilai US$ 4,8 miliar yang dijadwalkan selesai pada 2023.

Dubes Indonesia untuk Singapura Suryopratomo menyampaikan, pembangunan CAP II merupakan langkah yang dibutuhkan untuk pengembangan industri petrokimia di Tanah Air. “Dengan pengembangan ini, produk Chandra Asri tidak hanya ethylene, polyethylene, propylene, serta polypropylene, tetapi menjadi industri petrokimia Indonesia pertama yang menghasilkan butadiene. Produk-produk ini akan bisa menopang industri lain seperti otomotif dan elektronika,” kata Dubes Indonesia.

Masuknya dana dari Thai Oil Thailand sebesar US$ 1,7 miliar menunjukkan betapa menariknya Indonesia sebagai tempat investasi. Apalagi, kelak akan ada total investasi sekitar US$ 6 miliar untuk pembangunan CAP II dan membuka lapangan pekerjaan tambahan sebanyak 25 ribu pegawai.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN