Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chandra Asri. Foto: beritasatu.com

Chandra Asri. Foto: beritasatu.com

Chandra Asri Tawarkan Obligasi Rp 1 Triliun

Kamis, 16 Juli 2020 | 20:50 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggelar Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) III tahap I senilai Rp 1 triliun. Emiten Grup Barito Pacific ini akan memanfaatkan dana hasil emisi obligasi untuk kebutuhan modal kerja.

Chandra Asri menawarkan surat utang dalam tiga seri, yakni tenor 3 tahun, 5 tahun dan 7 tahun. Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan obligasi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yakni AA-. Adapun PUB III ini memiliki total plafon hingga Rp 5 triliun.

“PUB ini dijamin secara penuh (full commitment). Penjamin pelaksana emisi obligasi adalah PT BCA Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas,” tulis manajemen Chandra Asri dalam prospektus, Kamis (16/7).

Perseroan belum menentukan kupon lantaran terlebih dahulu melakukan penawaran awal atas obligasi ini selama 15-30 Juli. Perkiraan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah 13 Agustus, sehingga masa penawaran umum bisa berlangsung pada 18-19 Agustus. Perseroan menargetkan pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 Agustus.

Seperti diketahui, Chandra Asri merupakan emiten yang konsisten menggelar PUB sejak 2016. Pada Februari lalu, perseroan telah menyelesaikan PUB II tahap III senilai Rp 750 miliar. Penawaran tersebut sekaligus menggenapi rangkaian PUB II dengan total emisi Rp 2 triliun yang dimulai sejak 2018.

Dari sisi ekspansi, manajemen Chandra Asri memastikan negosiasi dengan calon mitra strategis untuk pabrik CAP II tetap berjalan. Namun, proses persetujuan final investment decision (FID) diperkirakan mundur menjadi 2022 dari target semula 2021 lantaran pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Direktur Chandra Asri Petrochemical Suryandi mengatakan, perseroan memutuskan untuk memangkas target belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini menjadi US$ 135 juta dari alokasi semula US$ 430 juta. Hal ini dikarenakan sejumlah proses pada ekspansi pabrik CAP II mengalami kemunduran.

“Karena kondisi pandemi harus kita sikapi dengan baik, supaya pelaksanaan CAP II juga berjalan baik. Kita tetap negosiasi dengan investor strategis, hanya waktunya saja yang kita sesuaikan,” jelas dia, belum lama ini.

CAP II diperkirakan bakal menelan investasi sekitar US$ 4-5 miliar. Salah satu sumber pendanaan pabrik berasal dari aksi penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Saham baru yang diterbikan maksimal 7,16 miliar saham. Aksi ini berpotensi menjadi rights issue terbesar perseroan.

Rencana rights issue sudah melewati persetujuan pemegang saham pada 5 Februari 2020. Namun, sampai saat ini manajemen Chandra Asri masih menimbang waktu yang tepat untuk mengeksekusi aksi korporasi tersebut. Hingga kuartal I-2020, Chandra Asri telah menyerap capex sebanyak US$ 46,2 juta. Perseroan juga tercatat mengantongi total likuiditas hingga US$ 880 juta.

Suryandi menjelaskan, total likuiditas tersebut terdiri atas kas dan setara kas US$ 624 juta, fasilitas kredit yang bisa dicairkan setiap saat US$ 225 juta, dan marketable securities US$ 31 juta. Likuiditas ini dinilai cukup menopang ekspansi dan melewati ketidakpastian ekonomi akibat pandemi.

“Perusahaan akan segera merampungkan pabrik MBTE dan Butene-1 pada kuartal III-2020, dan dilanjutkan dengan selesainya proyek Enclosed Ground Flare pada kuartal IV-2020,” jelas dia.

Hingga kuartal I-2020, perseroan mengalami penurunan pendapatan 13,7% menjadi US$ 476,8 juta dari US$ 552,2 juta pada kuartal I-2019. Hal ini sebagai akibat dari harga penjualan rata-rata produk yang lebih rendah terutama untuk olefins dan polyolefins dengan volume penjualan yang relatif stabil.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN