Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Cikarang Listrindo. Sumber: listrindo.com.

Cikarang Listrindo. Sumber: listrindo.com.

Cikarang Listrindo akan Bagikan Divivden US$ 27 juta

Nabil Alfaruq, Senin, 9 Desember 2019 | 15:41 WIB

JAKARTA, investor.id — PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) memutuskan membagikan dividen tahun buku 2019 dengan total sebesar US$ 27 juta. Dividen ini akan diberikan kepada pemilik saham pada 27 Desember 2019.

Berdasarkan informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (9/12), perseroan akan melakukan cum dividen di perdagangan pasar reguler dan negosiasi pada 16 Desember 2019. Sedangkan ex dividen untuk perdagangan pasar reguler dan pasar negosiasi akan dilakukan pada 17 Desember 2019.

Selanjutnya, perseroan akan melakukan cum dividen di perdagngan pasar tunai pada 18 Desember 2019. Sementara ex dividen di perdagangan pasar tunak akan dilakukan pada 19 Desember 2019.

Dividen ini berasal dari perolehan saldo laba ditahan perseroan (dividen interim). Dengan demikian, jumlah dividen interim yang akan dibayarkan kepada seluruh pemegang saham perseroan yakni sebanyak 16 miliar saham pada tanggal 27 Desember 2019, dalam mata uang rupiah sejumlah Rp 392 miliar.

“Besarnya dividen tunai per saham akan ditetapkan setelah memperhitungkan saham yang dibeli kembali oleh perseroan pada tanggal daftar pemegang saham yang berhak pada 18 Desember 2019,” tulis manajemen perseroan.

Dilansir dari Investor Daily, emiten berkode saham POWR ini membuka peluang untuk ekspansi pembangkit listrik yang visible dan menjanjikan pada masa mendatang.

Investor Relation dan Corporate Finance Rani Maheswari Miraza mengatakan, perseroan selalu mempertimbangkan untuk turut serta pada tender-tender pembangkit listrik baru di dalam maupun luar negeri. Namun, pihaknya belum dapat memastikan kapan ekspansi di seputar Asia Tenggara bisa dieksekusi.

“Kami buka opportunity itu sebesar-besarnya. Apapun itu, baik PLTGU maupun biomassa. Kalau memang di luar negeri ada yang memungkinkan, kami akan masuk,” jelas Rani.

Sejauh ini, Cikarang Listrindo masih beroperasi di seputar wilayah Jawa, Indonesia. Perseroan memiliki pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) berkapasitas 755 megawatt (MW) di kawasan industri Jababeka, Cikarang. Kemudian, site kedua yakni PLTG berkapasitas 109 MW di kawasan industri MM2100, Cikarang Barat, dan site ketiga PLTU berkapasitas 280 MW di Babelan, Bekasi.

Sebanyak 74% kontribusi pendapatan Cikarang Listrindo berasal dari pelanggan kawasan industri, sementara sisanya 26% dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Perseroan bersama PLN telah melakukan perjanjian pembelian listrik (PPA) jangka panjang sejak 1996.

Disisi lain, perseroan telah resmi mengambil alih utang senior notes milik anak usahanya, Listrindo Capital BV, senilai US$ 547 juta. Hal ini ditandai dengan persetujuan para pemegang surat utang yang diperoleh perseroan pada 29 Agustus 2019.

Sekretaris Perusahaan Cikarang Listrindo Christanto Pranata mengatakan, indenture tambahan telah ditandatangani pada 29 Agustus 2019 untuk memberlakukan perubahan yang telah disetujui oleh para pemegang surat utang tersebut.

“Aksi ini tidak berdampak negatif secara material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan. Sebaliknya, tindakan ini mempunya pengaruh yang baik,” kata dia.

Seperti diketahui, Listrindo Capital menerbitkan global bond senilai total US$ 550 juta pada 13 September 2016. Surat utang ini memiliki kupon 4,95% dan akan jatuh tempo pada 2026. Per 14 Agustus 2019, jumlah pokok surat utang ini menjadi US$ 547 juta.

Sementara itu, penambahan surat utang menjadi atas nama Cikarang Listrindo sudah tercatat dalam pos liabilitas di laporan keuangan konsolidasian perseroan. Per Juni 2019, total liabilitas sebesar US$ 663,7 juta, naik tipis dibandingkan posisi 31 Desember 2018 yang mencapai US$ 668,54 juta.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA