Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Maket produk properti Ciputra Development. Foto: Investor Daily. David Gita Rosa.

Maket produk properti Ciputra Development. Foto: Investor Daily. David Gita Rosa.

Ciputra Development Tambah Emisi Obligasi Global Jadi Setara Rp 1,3 Triliun

Kamis, 4 Februari 2021 | 05:28 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Ciputra Development Tbk (CTRA) meningkatkan nilai emisi obligasi global (global bond) menjadi Sin$ 125 juta atau setara Rp 1,3 triliun dari semula Sin$ 100 juta (Rp 1 triliun). Dana hasil penerbitan surat utang yang jatuh tempo pada 2026 tersebut untuk pelunasan (refinancing) utang.

Direktur Ciputra Development Tulus Santoso mengatakan, perseroan telah menetapkan harga tranche kedua dari seri 003 surat utang 2026 senilai Sin$ 25 juta dengan kupon 6%. Tranche kedua ini menyusul tranche pertama senilai Sin$ 100 juta dengan tingkat kupon sama yang sudah tercatat di Bursa Efek Singapura (SGX) pada 2 Februari.

Tranche kedua memang datang belakangan karena ditawarkan melalui skema private placement, tidak langsung ke publik. Investornya masih dari foreign fund,” jelas dia kepada Investor Daily, Rabu (3/2).

DBS Bank Ltd menjadi lead manager dan bookrunner tunggal atas penebitan tranche kedua seri 003 tersebut. Surat utang ini merupakan bagian program multicurrency medium term notes (MTN) Ciputra Development yang memiliki plafon hingga Sin$ 400 juta yang telah berjalan sejak 2015. Semula, batas plafon tersebut hanya sebesar Sin$ 200 juta.

Perseroan berencana menggunakan dana hasil emisi surat utang 2026 untuk refinancing surat utang senilai Sin$ 150 juta yang jatuh tempo 2021 dengan bunga 4,85%. Perseroan telah memulai proses tersebut dengan mengajukan amendemen syarat dan ketentuan (consent solicitation) surat utang 2021 untuk keperluan tender offer.

Proses tender offer berlangsung selama 18 Januari-8 Februari 2021. Sebelumnya, perseroan memberikan tenggat waktu bagi investor notes 2021 untuk menyerahkan persetujuan awal sebelum 27 Januari. Kemudian, perseroan menjadwalkan pertemuan dengan pada investor notes pada 10 Februari.

Sebagai informasi, Ciputra Development memiliki total pinjaman sebesar Rp 9,7 triliun hingga September 2020. Pinjaman ini paling banyak dalam mata uang rupiah yakni 79%, dolar Singapura sebanyak 20%, dan dolar AS sebesar 1%. Pinjaman perseroan paling banyak dikenakan floating rate sebanyak 82% dan fixed rate sebanyak 18%.

Dari total pinjaman sebesar Rp 9,7 triliun tersebut, sebanyak 27% atau sebesar Rp 2,5 triliun akan jatuh tempo pada 2021. Lalu, sebanyak 19% pinjaman akan jatuh tempo pada 2022 dan sisanya akan jatuh tempo hingga 2028.

Sepanjang 2020, Ciputra Development mampu membukukan pra-penjualan atau marketing sales sebesar Rp 5 triliun. Nilai tersebut melebihi target revisi 2020 yang sebesar Rp 4,5 triliun. Marketing sales perseroan didominasi oleh first home buyer.

Penilaian Fitch

Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings telah menetapkan peringkat B+ dengan recovery rating RR4 untuk notes anyar yang akan diterbitkan Ciputra Development. Fitch juga menyematkan prospek stabil untuk perseroan dengan keyakinan perseroan dapat mempertahankan pra-penjualan yang dapat diatribusikan lebih dari Rp 4 triliun selama periode 2021-2022.

Penjualan perseroan dinilai akan didukung oleh diversifikasi produk dan cadangan lahan perseroan, serta permintaan yang sehat terhadap produk rumah tapak di bawah harga Rp 1,5 miliar. Outlook stabil juga mengasumsikan Ciputra akan mempertahankan profil utang yang moderat.

Fitch memperkirakan Ciputra Development akan membukukan pra-penjualan yang dapat diatribusikan sebesar Rp 4,3 triliun pada 2021 dan Rp 4,9 triliun pada 2022. Fitch memprediksi penjualan rumah tapak akan menjadi mayoritas pada 2020-2021. Perseroan diharapkan bisa mempertahankan fokus pada rumah di bawah harga Rp 2 miliar per unit.

Sementara itu, Fitch memperkirakan longgarnya aturan pemerintah yang memungkinkan orang asing memiliki high-rise property tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap pra-penjualan Ciputra Development selama satu hingga dua tahun ke depan. Hal ini dengan perhitungan, selama krisis kesehatan belum terselesaikan dan perjalanan bisnis internasional belum dinormalisasi.

“Namun, secara jangka panjang, jika peraturan bisa diterapkan tanpa ambiguitas, maka hal ini bisa meningkatkan penjualan pada sektor tersebut. Ciputra tercatat memiliki lebih dari 200 ribu meter persegi area yang tengah dikembangkan di Jabodetabek dan berpotensi menarik bagi investor asing,” tulis Fitch.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN