Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek PT Ciputra Development Tbk. Foto: Perseroan.

Salah satu proyek PT Ciputra Development Tbk. Foto: Perseroan.

Ciputra Development Tawarkan 'Global Bond' Setara Rp 1 Triliun

Selasa, 26 Januari 2021 | 23:54 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menetapkan nilai penerbitan surat utang global (global bond) sebesar Sin$ 100 juta atau setara Rp 1 triliun, dengan kupon 6% dan jatuh tempo pada 2 Februari 2026. Surat utang yang merupakan bagian dari program medium term notes (MTN) global perseroan senilai total Sin$ 400 juta tersebut ditargetkan terbit pada 2 Februari 2021.

Ciputra Development telah menunjuk DBS Bank Ltd sebagai sole global coordinator dan joint bookrunner penawaran global bond anyar tersebut. Sementara, Mandiri Securities Pte Ltd turut membantu sebagai joint bookrunner.

“Hasil dari penerbitan surat utang akan digunakan untuk membiayai kembali (refinancing) pinjaman ataupun modal kerja untuk tujuan umum. Hal ini termasuk refinancing senior notes Sin$ 150 juta dengan bunga 4,85% yang jatuh tempo tahun 2021,” jelas manajemen dalam keterangan tertulis kepada Bursa Efek Singapura (SGX), Selasa (26/1).

Sebagai upaya refinancing senior notes 2021, Ciputra Development telah memulai sejumlah proses, seperti mengajukan amendemen syarat dan ketentuan (consent solicitation) surat utang tersebut untuk keperluan tender offer. Proses tender offer akan berlangsung selama 18 Januari-8 Februari 2021.

Perseroan memberikan tenggat waktu bagi investor notes 2021 untuk menyerahkan persetujuan awal sebelum 27 Januari. Kemudian, perseroan menjadwalkan pertemuan dengan pada investor notes pada 10 Februari.

Sebagai informasi, program MTN global Ciputra Development semula memiliki plafon hingga Sin$ 200 juta yang diluncurkan pertama kali pada 2015. Bersamaan dengan proses consent solicitation, perseroan akhirnya menaikkan batas plafon MTN menjadi Sin$ 400 juta.

Sebelumnya, Direktur Ciputra Development Tulus Santoso mengatakan, perseroan memiliki total pinjaman sebesar Rp 9,7 triliun hingga September 2020. Pinjaman ini paling banyak dalam mata uang rupiah yakni 79%, dolar Singapura sebanyak 20%, dan dolar AS sebesar 1%. “Pinjaman paling banyak dikenakan floating rate sebanyak 82% dan fixed rate sebanyak 18%,” jelas dia, baru-baru ini.

Dari total pinjaman sebesar Rp 9,7 triliun tersebut, sebanyak 27% atau sebesar Rp 2,5 triliun akan jatuh tempo pada 2021. Lalu, sebanyak 19% pinjaman akan jatuh tempo pada 2022 dan sisanya akan jatuh tempo hingga 2028.

Sepanjang 2020, Ciputra Development mampu membukukan pra-penjualan atau marketing sales sebesar Rp 5 triliun. Nilai tersebut melebihi target revisi 2020 yang sebesar Rp 4,5 triliun. Marketing sales perseroan didominasi oleh first home buyer.

Penilaian Fitch

Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings telah menetapkan peringkat B+ dengan recovery rating RR4 untuk notes anyar yang akan diterbitkan Ciputra Development. Fitch juga menyematkan prospek stabil untuk perseroan dengan keyakinan perseroan dapat mempertahankan pra-penjualan yang dapat diatribusikan lebih dari Rp 4 triliun selama periode 2021-2022.

Penjualan perseroan dinilai akan didukung oleh diversifikasi produk dan cadangan lahan perseroan, serta permintaan yang sehat terhadap produk rumah tapak di bawah harga Rp 1,5 miliar. Outlook stabil juga mengasumsikan Ciputra akan mempertahankan profil utang yang moderat.

Fitch memperkirakan Ciputra Development akan membukukan pra-penjualan yang dapat diatribusikan sebesar Rp 4,3 triliun pada 2021 dan Rp 4,9 triliun pada 2022. Fitch memprediksi penjualan rumah tapak akan menjadi mayoritas pada 2020-2021 dan diharapkan perseroan bisa mempertahankan fokus pada rumah di bawah harga Rp 2 miliar per unit.

Sementara itu, Fitch memperkirakan longgarnya aturan pemerintah yang memungkinkan orang asing memiliki high-rise property tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap pra-penjualan Ciputra Development selama satu hingga dua tahun ke depan. Hal ini dengan perhitungan, selama krisis kesehatan belum terselesaikan dan perjalanan bisnis internasional belum dinormalisasi.

“Namun, secara jangka panjang, jika peraturan bisa diterapkan tanpa ambiguitas, maka hal ini bisa meningkatkan penjualan pada sektor tersebut. Ciputra tercatat memiliki lebih dari 200 ribu meter persegi area yang tengah dikembangkan di Jabodetabek dan berpotensi menarik bagi investor asing,” tulis Fitch.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN