Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mal Ciputra Tangerang (Ist)

Mal Ciputra Tangerang (Ist)

Ciputra Segera Refinancing Global Bond Sin$ 150 Juta

Senin, 18 Januari 2021 | 13:43 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mengajukan amandemen syarat dan ketentuan (consent solicitation) atas surat utang global (notes) Sin$ 150 juta yang jatuh tempo September 2021 dengan tingkat bunga 4,85%. Perseroan berniat melakukan tender offer surat utang tersebut dan mengantinya dengan notes baru demi memperpanjang jatuh tempo.

Notes baru Ciputra Development akan berasal dari program surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) dengan plafon hingga Sin$ 400 juta. Tender offer surat utang ini akan digelar 18 Januari hingga 8 Februari 2021. Ciputra memberikan tenggat waktu bagi investor notes 2021 untuk menyerahkan persetujuan awal sebelum 27 Januari. Kemudian, perseroan menjadwalkan pertemuan dengan pada investor notes pada 10 Februari.

DBS Bank telah ditunjuk sebagai dealer manager tender off notes Ciputra Development, sementara Tricor Singapore Pte Ltd bertindak sebagai tender agent. “Bersamaan dengan tender offer, perusahaan telah menyatakan niat untuk menawarkan notes baru yang akan diberi harga sesuai prosedur bookbuilding biasa,” jelas manajemen dalam keterangan resmi di Bursa Efek Singapura (SGX), Senin (18/1).

Ciputra akan menggunakan dana hasil penerbitan notes baru untuk biaya persetujuan awal investor, serta nilai pokok, dan bunga yang harus dan belum dibayar notes 2021. Nilai pokok yang akan dibeli kembali tergantung dari hasil pertemuan dengan investor notes pada Februari nanti.

“Jika nilai pokok notes yang akan ditawarkan lebih besar dari jumlah yang akan dibeli kembali, maka nilai pokok penawaran yang akan diterima penerbit setara dengan nilai pembelian notes. Hal ini akan ditentukan lewat pemungutan suara,” tulis manajemen.

Sesuai rencana, pemungutan suara akan bersifat final dan mengikat investor notes. Guna melancarkan rencana ini, Ciputra akan menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi, yang meminta persetujuan untuk menyertakan call option dalam syarat dan ketentuan notes.

Sebelumnya, Direktur Ciputra Development Tulus Santoso mengatakan, perseroan memiliki total pinjaman sebesar Rp 9,7 triliun hingga September 2020. Pinjaman ini terbanyak dalam mata uang rupiah, yakni mencapai 79%, dolar Singapura sebanyak 20%, dan dolar AS sebanyak 1%. “Pinjaman paling banyak dikenakan floating rate sebanyak 82% dan fixed rate sebanyak 18%,” jelas dia, baru-baru ini.

Dari total pinjaman sebesar Rp 9,7 triliun, sebanyak 27% atau sebesar Rp 2,5 triliun akan jatuh tempo pada 2021. Lalu sebanyak 19% pinjaman akan jatuh tempo pada 2022, dan sisanya akan jatuh tempo hingga 2028.

Sepanjang 2020, Ciputra mampu membukukan pra penjualan atau marketing sales sebesar Rp 5 triliun. Nilai tersebut melebih target revisi 2020 yang sebesar Rp 4,5 triliun, dari target yang semula dicanangkan Rp 6,7 triliun. Marketing sales perseroan didominasi oleh first home buyer.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN