Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor memantau jalannya pergerakan saham. Foto ilustrasi:  Investor Daily/David Gita Roza

Investor memantau jalannya pergerakan saham. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Covid-19 Masih Menghantui IHSG, Cek Saham-saham yang Perlu Dicermati

Minggu, 24 Januari 2021 | 20:51 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan ke depan diproyeksi melemah, seiring dengan sentimen negatif penambahan kasus Covid-19. Level support indeks diperkirakan pada 6.195 dan resistance 6.485.

Equity Analyst PT Phillip Sekuritas Indonesia Anugerah Zamzami Nasr mengatakan, peningkatan kasus dan angka kematian akibat Covid-19 terjadi di berbagai negara, termasuk Tiongkok dan Indonesia. “Selain itu, ada virus corona varian baru yang lebih mematikan di Inggris,” kata dia kepada Investor Daily di Jakarta, Minggu (24/1).

Pemerintah Tiongkok telah melarang 1,6 juta penduduknya untuk meninggalkan Beijing. Hal itu terkait dengan dua kasus Covid-19 dengan virus corona varian baru yang muncul di Inggris dan ditemukan di Ibu Kota Tiongkok tersebut. Varian baru itu diyakini lebih menular.

Sebab itu, Zamzami merekomendasikan para investor untuk melakukan buy on weakness pada saham-saham big caps dan blue chip. Adapun saham yang dapat dicermati adalah saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). “Investor juga dapat melirik saham PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM),” tutur dia.

Secara terpisah, analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, IHSG dalam sepekan ke depan kemungkinan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah dengal level support 6.237 dan resistance 6.500.

Pelemahan indeks dipengaruhi oleh sentimen perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali yang berpotensi memperlambat pemulihan ekonomi Indonesia. “Sentimen lainnya adalah pengumuman dari dewan komisaris SWF Indonesia dan para pelaku pasar yang tengah menunggu kelanjutan kebijakan Joe Biden selaku Presiden AS yang baru,” jelas dia.

Adapun saham yang dapat dicermati adalah saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) dengan rekomendasi buy on weakness di 755-765 dan target harga Rp 800-355. Kemudian, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan rekomendasi buy on weakness pada kisaran harga Rp 34.600-34.900 dan target harga Rp 36.500-36.800.

Investor juga dapat memperhatikan saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan rekomendasi buy on weakness pada kisaran Rp 6.350-6.400 dan target harga Rp 6.800-7.000, serta saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dengan rekomendasi buy on weakness pada kisaran Rp 980-1.000 dan target harga Rp 1.080-1.100.

Sementara itu, Associate Director of Research Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus juga mengatakan, IHSG dalam sepekan ke depan berpotensi melemah dengan rentang pergerakan 6.220-6.330.

Sektor yang diprediksi mempengaruhi laju IHSG dalam sepekan ke depan adalah sektor perkebunan, keuangan, dan aneka industri seiring dengan melemahnya sektor tersebut pada pekan sebelumnya. Untuk sektor konstruksi, investor perlu mencermati kabar terkait SWF, karena masih akan mempengaruhi pergerakan harga saham di sektor tersebut.

“Investor perlu untuk melihat kualitas dari berita tersebut dan dampak serta efek besar apa yang diberikan berita tersebut kepada emiten yang bersangkutan. Ini akan menjadi poin penting, karena pasar masih memiliki tingkat volatilitas yang tinggi,” kata Nico.

Dia menambahkan, investor juga dapat memperhatikan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Menurut dia, ANTM masih akan mencuri perhatian pelaku pasar seiring dengan kabar lebih lanjut soal kedatangan Tesla yang diperkirakan pada Februari mendatang. 

Sebagai informasi, pada perdagangan Jumat (22/1), IHSG ditutup melemah 106,76 poin (1,66%) ke level 6.307,12. Level tertinggi indeks mencapai 6.428,49, sedangkan terendah 6.283,31.

“Pelemahan tersebut disebabkan oleh aksi profit taking dan disusul oleh beberapa harga saham yang sudah terlalu jauh dari fundamentalnya, sehingga para pelaku pasar dan investor melepas saham yang harganya sudah terlalu tinggi,” ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN