Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Armada Garuda di bandara. Foto: DEFRIZAL

Armada Garuda di bandara. Foto: DEFRIZAL

CT Corp Tempatkan 3 Perwakilan, Dirut Baru Siap Kembalikan Citra Positif Garuda

Farid Firdaus, Rabu, 22 Januari 2020 | 19:26 WIB

TANGERANG, investor.id – CT Corpora menempatkan tiga orang perwakilannya dalam jajaran komisaris dan direksi baru PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Perubahan kepengurusan ini diharapkan mampu mengembalikan citra positif perusahaan sebagai maskapai nasional yang terintegrasi.

Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia yang digelar Rabu (22/1) menetapkan Triawan Munaf sebagai komisaris utama dan Chairal Tanjung sebagai wakil komisaris utama dari sebelumnya komisaris. Chairal dikenal aktif sebagai direktur pada sejumlah perusahaan dalam naungan CT Corp, termasuk perwakilan dari PT Trans Airways, pemegang 25,61% saham Garuda Indonesia.

Sementara itu, jajaran komisaris ini dilengkapi dengan dua komisaris independen, yakni Yenny Wahid dan Elisa Lumbantoruan, serta satu komisaris yang dijabat oleh Peter Gontha. Saat ini, Peter juga menduduki posisi sebagai Chairman TransVision Indonesia.

Pada jajaran direksi, Irfan Setiaputra diangkat menjadi direktur utama. Pengangkatan Irfan mencerminkan Garuda memilih sosok dari eksternal untuk menjadi pemimpin perusahaan tersebut.

Jabatan terakhir Irfan sebelumnya adalah CEO Sigfox Indonesia, perusahaan infrastruktur jaringan internet of things (IoT) sejak Februari 2019. Dari deskripsi situs web resmi, Sigfox Indonesia dioperasikan melalui PT Kirana Solusi Utama, yang baru dijalankan sepenuhnya pada akhir 2019. Cakupan layanan perseroan akan merambah Jakarta dan sekitarnya pada kuartal I-2020. Di ranah BUMN, Irfan sempat memiliki pengalaman sebagai direktur utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) selama 2009-2012.

Sosok eksternal lain yang masuk ke jajaran direksi adalah Ade R. Susardi sebagai direktur layanan, pengembangan usaha, dan teknologi informasi. Jabatan terakhir Ade sebelumnya adalah director business development Nokia Networks.

Selain itu, satu lagi perwakilan CT Corp, yakni Donny Oskaria yang menduduki posisi wakil direktur utama. Sejak 2014 hingga saat ini, Donny tercatat menjabat sebagai CEO Hospitality & Entertainment CT Corp.  

Selanjutnya, lima direksi Garuda Indonesia yang lain adalah sosok dari internal. Mereka adalah Fuad Rizal sebagai direktur keuangan dan manajemen risiko, Tumpal Manumpak Hutapea selaku direktur operasi, Aryaperwira Adileksana sebagai direktur human capital, M. Rizal Pahlevi selaku direktur niaga dan kargo, serta Rahmat Hanafi sebagai direktur teknik.

Mantan Komisaris Utama Garuda Indonesia Sahala Lumban Gaol mengatakan, figur-figur baru yang mengisi dewan direksi dan komisaris merupakan usulan dan rekomendasi dari pemegang saham dwi warna. Kali ini, pemengang saham mengusulkan adanya dua posisi yang sebelumnya tidak ada di kepengurusan lama, yakni wakil dirut dan wakil komisaris utama. Selain itu, divisi bisnis niaga dan kargo sekarang dikepalai oleh satu direktur.

“Susunan ini dibuat agar fit dengan kebutuhan Garuda. Kami pengurus yang lama meyaknini semua insan di Garuda memiliki martabat yang tinggi dan bekerja sesuai profesinya,” jelas dia, usai RUPSLB.  

Sahala berharap, Garuda Indonesia mampu mengembangkan sumber-sumber pendapatan lain, selain pendapatan dari tiket penumpang. Saat ini, porsi pendapatan dari tiket masih sekitar 80%. Peningkatan di bisnis kargo juga turut menjadi catatan Sahala bagi direksi baru Garuda.

Manajeman baru juga diharapkan mampu menanggulangi berbagai tantangan atau “turbulensi” yang dihadapi saat ini. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara kerjasama yang kooperatif antara komisaris dan direksi.

“Saya harap dewan komisaris memberikan perhatian mendalam. Jangan hanya menjadi komisaris yang menuntut laporan keuangan saja, tapi turut mencari solusi dan kreatifivatas dalam mengembangkan Garuda,” jelas Sahala.

Dalam keterangan resminya, Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, pihaknya berupaya mencari sosok yang paling tepat untuk memimpin maskapai milik negara tersebut. “Kami di Kementerian BUMN berupaya mencari figur terbaik yang akan duduk mengelola flight carrier kita, Garuda Indonesia. Saya harap Pak Irfan bisa menjalankan amanah dengan baik, mengikuti prinsip good corporate governance dan bisa membawa Garuda lebih baik lagi," ujar dia.

Komitmen

Dihubungi secara terpisah, Irfan Setiaputra mengakui ada kekurangan dan kelebihan sebagai figur yang baru masuk dalam industri penerbangan. Secara umum, dirinya akan fokus membawa Garuda Indonesia untuk mengedepankan layanan dan keamanan tanpa menyampingkan profitabilitas. “Saya mau belajar dulu. Ada plus minusnya sebagai orang yang bukan dari industri penerbangan. Saya bisa masuk dengan kepala bersih,” jelas dia.

Dengan pengalaman sebelumnya di industri TI, kata Irfan, dirinya juga akan mengeksplorasi inovasi teknologi yang relevan dan berpotensi diimplementasikan pada operasional Garuda Indonesia.

Terkait persepsi publik mengenai citra Garuda Indonesia dalam beberapa bulan terakhir, Irfan menjawab dirinya akan terus berdiskusi dengan asosiasi, baik dari kalangan pilot maupun awak kabin untuk memberikan pelayanan yang bermartabat kepada penumpang.

Ketika ditanya seberapa cepat dirinya mampu menerapkan target-target baru perusahaan, Irfan menjawab terlalu dini untuk menetapkan tenggat waktu. “Saya tidak mau ambil berbagai kesimpulan terlalu dini. Saya juga tidak mau sembarangan, misalnya perbaikan pada rute-rute penerbangan yang harus diteliti secara mendalam,” ujar dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA