Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bhima Yudhistira. Foto: IST

Bhima Yudhistira. Foto: IST

Dampak Global Membuat Pergerakan IHSG Melambat

Rabu, 14 Agustus 2019 | 06:17 WIB

JAKARTA, investor.id –  Ketidakpastian global yakni adanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS)-Tiongkok dan isu global lainnya, diprediksi akan membuat pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) melambat dalam beberapa hari ke depan.   

Ekonom dari Institute of Economic Development for Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adinegara mengatakan bahwa faktor global yang paling mempengaruhi pasar modal dan ekonomi Indonesia adalah kerusuhan yang terjadi di Hongkong.

"Dampak negatifnya adalah pada pasar modal Asia yang semuanya hampir melemah. Nikkei juga menurun 1,14% dan Strait Times juga menurun 0,66%," kata dia.

Di Indonesia, investor asing telah membukukan penjualan bersih Rp 182 miliar dalam seminggu. Aliran modal asing ini membuat nilai tukar rupiah melemah 0,35% menjadi Rp 14.305.

Bhima mengatakan, kerusuhan di Hongkong cenderung mengganggu kegiatan bisnis di kawasan Asia. Pasalnya, Hongkong adalah pusat keuangan internasional sehingga akan menghambat investor untuk berinvestasi di Asia.

"Itu bisa memperburuk kinerja ekonomi global, terutama karena tidak ada kesepakatan terkait perang dagang. Jika kondisi di Hongkong memanas, maka AS akan memberlakukan sanksi yang lebih berat pada Tiongkok," jelas dia.

Sementara itu, Direktur Riset dan Investasi PT Pilarmas Investindo Securities Maximilian Nico Demus mengatakan, kerusuhan Hongkong dan perang dagang akan membuat IHSG melemah dalam jangka pendek dan menengah. Terlebih lagi kondisi ekonomi Argentina yang semakin memburuk sehingga bisa menambah beban IHSG.

"Potensi krisis di Argentina bisa memberikan efek kejutan bagi negara- negara berkembang lainnya," kata dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN