Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tol Cipali.

Tol Cipali.

Dana Pensiun Kanada dan Astra akan Kuasai Tol Cipali

Farid Firdaus, Jumat, 20 September 2019 | 20:00 WIB

JAKARTA, investor.id – Canada Pension Plan Investment Board (CPPIB) bersama PT Astra Tol Nusantara (Astra Infra) berencana mengakusisi 55% saham PT Lintas Marga Sedaya, pengelola ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali), dari PLUS Expressways International Bhd.

Astra Infra yang merupakan anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) sebelumnya sudah menguasai 45% saham Lintas Marga Sedaya. Kepemilikan saham ini digenggam oleh PT Baskhara Utama Sedaya, anak usaha Astra Infra. Dengan akuisisi ini, maka kepemilikan Astra Infra akan bertambah menjadi 55% saham. Sementara, CPPIB akan mendekap 45% saham Lintas Marga.

Adapun pihak penjual, yakni PLUS Expressways, merupakan anak usaha dari UEM Group yang dikendalikan BUMN Malaysia, yakni Khazanah Nasional Bhd.

Managing Director and Head of Infrastructure CPPIB Scott Lawrence mengatakan, jalan tol Cipali memberikan akses kepada perseroan terhadap pembangunan infrastruktur yang vital. “Kami senang berinvestasi di jalan tol Cipali bersama Astra Infra, mitra lokal yang berpengalaman. Kami berharap untuk hubungan jangka panjang yang sukses untuk kedua perusahaan,” jelas dia dalam keterangan resmi, Jumat (20/9).

Jalan tol Cipali sepanjang 117 kilometer merupakan salah satu jalan tol terpanjang di Indonesia, dan merupakan penghubung penting dalam jalur transportasi pulau Jawa, yakni Trans Jawa.

Sementara itu, Senior Managing Director and Head of Asia Pasific CPPIB Suyi Kim mengatakan, aksi ini merupakan investasi infrastruktur pertama perseroan di Indonesia. Selain itu, sekaligus memperdalam komitmen pendanaan perseroan di kawasan Asia Pasifik, serta fokus di pasar baru.

Pihaknya menilai, investasi tersebut memiliki resiko dan tingkat pengembalian yang menarik. “Transaksi diharapkan selesai pada kuartal IV-2019, tergantung kondisi penutupan transaksi, termasuk persetujuan regulator,” jelas dia

Sebagai informasi, CPPIB memiliki portofolio aset infrastruktur global yang terdiversifikasi. Mereka memiliki investasi langsung melalui sembilan kantor cabangnya di seluruh dunia. CPPIB fokus pada peluang investasi berskala besar, bersama mitra yang dapat diandalkan. Per Juni 2019, CPPIB telah berinvestasi dalam aset infrastruktur global senilai US$ 33,1 miliar.

Grup Astra

Lebih lanjut, Grup Astra melalui Astra Infra optimistis mampu mencapai target operasional 500 kilometer (km) jalan tol pada tahun 2021. Hingga akhir tahun ini, perseroan memproyeksikan bisa menguasai 350 km jalan tol.

Direktur Astra International Paulus Bambang Widjanarko mengatakan, perseroan memiliki opsi akuisisi untuk mengejar sisa target panjang jalan tol yang sekitar 150 km dalam dua tahun ke depan. Pihaknya belum dapat mengungkapkan nilai investasi lantaran akuisisi jalan tol tergantung dari penawaran penjual.

Menurut Paulus, Astra Infra setidaknya mengalokasikan dana ekspansi lebih dari Rp 2 triliun tahun ini. Seperti diketahui, Astra Infra resmi menguasai sebanyak 44,5% saham PT Jasamarga Surabaya Mojokerto, pengelola tol Surabaya-Mojokerto sepanjang 36,3 km pada Mei 2019. Ketika itu, dana akuisisi mencapai Rp 1,7 triliun.

Jalan tol tersebut juga menambah kontribusi Astra Infra pada tol Trans Jawa menjadi sepanjang 338,6 km per Juni 2019. Adapun, porsi konstruksi yang masih dilakukan perseroan hingga Juni tercatat sepanjang 11,2 km, yakni ruas Kunciran-Serpong. Ruas tersebut rencananya rampung pada September 2019 atau paling lambat Oktober 2019.

Sementara itu, Direktur Utama Astra International Prijono Sugiarto mengatakan, investasi perseroan pada infrastruktur adalah strategi jangka panjang perseroan. Diversifikasi bisnis ini dinilai membantu kinerja perseroan di tengah pelemahan bisnis otomotif dan agribisnis.

“Kami harus berinvestasi lebih giat lagi pada infrastruktur. Proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Astra dengan Sumitomo akan beroperasi pada 2021. Jalan tol juga sudah berkontribusi,” jelas dia, belum lama ini.

Prijono menambahkan, perseroan juga melihat peluang proyek infrastruktur dari pembentukan ibu kota baru di Kalimantan di masa mendatang. Pemerintah yang sebelumnya memperkirakan pemindahan ibu kota mampu menelan biaya Rp 400 triliun akan membutuhkan dukungan dari BUMN, pihak ketiga maupun sektor privat.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA