Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
delta dunia

delta dunia

Delta Dunia Fokus Efisiensi Biaya Dan Optimalisasi Aset

Minggu, 12 Juli 2020 | 16:11 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) akan memfokuskan efiesiensi biaya dan optimalisasi aset di tengah tren penurunan permintan batu bara secara global. Efisiensi bisa dengan memangkas belanja modal (capital expenditure/capex).

Head of Investor Relations Delta Dunia Makmur Regina Korompis mengatakan, permintaan batu bara global diperkirakan turun sebanyak 10% sepanjang tahun ini akibat pandemi Covid-19. Meski demikian, perseroan belum berniat untuk merevisi target pendapatan maupun laba bersih sepanjang tahun ini.

“Kami belum berniat merevisi target kinerja keuangan tahun ini. Perseroan justru memfokuskan efisiensi biaya dan optimalisasi aset untuk meningkatkan likuiditas perseroan ditengah pandemi,” ujarnya di Jakarta, Minggu (10/7).

Efisiensi, ungkap Regina, dengan menganggarkan belanja modal serendah mungkin tahun ini. Delta Dunia menyiapkan capex di bawah US$100 juta, namun perseroan masih enggan membeberkan rincian angka. “Sama seperti tahun lalu, capex yang kami gunakan sebanyak US$ 73 juta, sebagian besar kami gunakan untuk pembiayaan peralatan berat,” jelasnya.

Hingga kuartal I-2020, perseroan berkode saham DOID ini membukukan pendapatan sejumlah US$ 198,32 juta, turun sebanyak 9,39% dari periode yang sama tahun sebelumnya di 2019 sebesar US$ 213,91 juta.

Sebagian besar pendapatan disumbangkan kontrak penambangan dari PT Berau Coal masih sejumlah US$ 92,89 juta atau setara dengan 48%, lalu PT Indonesia Pratama berkontribusi sebesar US$ 21,66 juta atau 11% dari total pendapatan. Kemudian beban pokok pendapatan perseroan tercatat sebanyak US$ 159,43 juta, sehingga laba bruto yang diperoleh sejumlah US$34,39 juta.

Sedangkan beban lain-lain meningkat sebanyak US$ 30,62 juta membuat Delta Dunia Makmur memperoleh rugi periode berjalan sebesar US$ 22,69 juta hinggaa kuartal I-2020, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan keuntungan US$ 1,36 juta.

Delta Dunia Makmur seang menggelar penawaran emisi obligasi senilai US$ 750 juta di Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST). Berdasarkan prospektus perseroan, obligasi tersebut ditawarkan dengan bunga sebesar 10% per tahun yang dibayarkan setiap enam bulan. Pokok surat utang akan dibayarkan seluruhnya sekaligus pada waktu jatuh tempo pada tahun 2027, namun dengan mempertimbangkan volatilitas kondisi pasar global maka tenor surat utang ini akan ditentukan sesuai kesepakatan hasil penawaran umum (bookbuilding) dan pembentukan harga.

“Surat utang tidak dijamin oleh perseroan dan tidak dijamin dengan hak jaminan kebendaan atas harta kekayaan perseroan atau penerbit,” jelas manajemen perseroan.

Delta Dunia berencana menggunakan dana hasil penerbitan obligasi setelah dikurangi biaya emisi untuk pembayaran, baik seluruh atau sebagian kewajiban beberapa utang perseroan dengan total US$ 465,61 juta dan sisanya untuk modal kerja. Secara rinci, utang perseroan terdiri dari surat utang 2022 sebesar US$ 350 juta dan perjanjian fasilitas MUFG dan perjanjian kredit sindikasi sebesar US$ 115,61 juta.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN