Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produksi obat di PT Indofarma Tbk (INAF).

Produksi obat di PT Indofarma Tbk (INAF).

Deteksi Virus Corona, Indofarma Patok Biaya Tes PCR Lebih Murah

Senin, 12 Oktober 2020 | 07:11 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Indofarma Tbk (INAF) menyediakan tes polymerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi virus corona dengan harga sebesar Rp 750 ribu. Harga yang lebih murah dari batas ketentuan diharapkan dapat menjangkau akses tes masyarakat lebih luas lagi.

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Komunikasi Arya Sinulingga mengungkapkan, harga tes PCR dari Indofarma lebih murah dari batas ketentuan tes PCR sebesar Rp 900 ribu. “Kawan-kawan dari Indofarma justru membuat produk yang lebih murah dari batas ketentuan, mereka mengeluarkan tes PCR sebesar Rp 750 ribu,” jelas Arya via akun Kementerian BUMN di Instagram, akhir pekan lalu.

Arya menambahkan, harga tes PCR Indofarma yang lebih murah, diharapkan akses masyarakat untuk melakukan tes PCR semakin terjangkau, sehingga penanganan Covid-19 lebih baik lagi ke depannya.

Batas ketentuan harga tes PCR telah diatur oleh Kementerian Kesehatan melalui Surat Edaran (SE) tentang batas biaya maksimal tes PCR virus corona. Dalam surat edaran tersebut, batas biaya maksimal tes PCR mandiri adalah Rp 900 ribu.

Adapun sebelumnya, Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto mengungkapkan, perseroan melalui anak usahanya, PT Farmalab Indoutama juga menyediakan layanan tes PCR. Dengan fasilitas Central Processing Facility, Farmalab mampu menguji sampel tes, dengan kapasitas tes 1.200-1.300 tes per hari. "Harga PCR di Farmalab Rp 650 ribu sampai Rp 750 ribu," ujar Arief dalam dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI, baru-baru ini.

Selain Farmalab, Indofarma juga telah meluncurkan mobile diagnostik real time PCR, yang merupakan kendaraan dengan fasilitas RT PCR dengan ekstraksi asam nucleat dan fasilitas pressure negative. Kapasitas mobile daignostik  dapat menguji sample PCR hingga 250 sampai 300 sample per hari.

Arief mengatakan, kapasitas perseroan dalam memproduksi kendaraan ini adalah sebanyak sepuluh unit per bulan untuk kebutuhan tes PCR di daerah. Adapun hasil pengetesan swab lewat kendaraan tersebut dapat keluar dalam waktu satu kali dua puluh empat jam. "Sudah banyak pesanan dari Pemda. Per bulan ini ada dua puluh. Ke depan, ada sepuluh lagi yang masuk pipeline kami," jelas Arif.

Lebih lanjut, Arief menyatakan, pihaknya terus melakukan turn around strategi dengan fokus memperbaiki cash flow perusahaan, yang selama ini masih bergantung pada tender. Perseroan juga tengah memperbaiki portofolio segmen penjualan yang diharapkan dapat memperbaiki cashflow perusahaan. Selain itu, portofolio produk juga tengah difokuskan pada produk alat kesehatan demi meningkatkan margin laba perseroan.

Hingga semester I-2020, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 447,29 miliar meningkat 21,27% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 368,81 miliar. Perseroan mampu menekan kerugiannya dari sebesar Rp 24,35 miliar pada semester I tahun lalu, menjadi sebesar Rp 4,66 miliar pada tahun ini.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN