Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Dharma Satya Nusantara Tbk . Foto: Perseroan.

PT Dharma Satya Nusantara Tbk . Foto: Perseroan.

Dharma Satya Nusantara Raih Peringkat 16 Penerapan ESG

Kamis, 12 November 2020 | 14:09 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) meraih peningkatan peringkat dalam daftar ranking Sustainability Policy Transparency Toolkit (SPOTT) tahun 2020. Peringkat perseroan berada di 16, naik signifikan dengan skor 75,3% dibandingkan dengan tahun lalu peringkat 46 dengan skor 37,3%.

Berdasarkan keterangan resmi perseroan yang dikutip Investor Daily, Kamis (12/11), peringkat SPOTT tersebut adalah hasil kajian terhadap penerapan program lingkungan, sosial dan tata kelola di 100 perusahaan global yang bergerak dalam bisnis perkebunan kelapa sawit.

Tahun ini, perseroan juga tercatat sebagai perusahaan kelapa sawit yang melakukan upaya perubahan dengan nilai paling tinggi dalam perhitungan SPOTT tahun 2020, yakni sebesar 38,7%. Dari daftar 16 besar, perseroan sekaligus merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit publik yang berbasis di Indonesia dengan skor tertinggi.

“Berdasarkan penilaian ESG ( Environmental, Social, and Corporate Governance) dari SPOTT, perseroan memiliki skor untuk aspek environmental sebesar 71,8%, sosial sebesar 80,6% dan governance 59,0%. Data ini dikeluarkan pada 10 November 2020 secara daring dari London,” ujar manajemen perseroan.

Direktur Utama Dharma Satya Nusantara, Andrianto Oetomo mengatakan, kenaikan peringkat ini menggambarkan keseriusan dan komitmen perseroan dalam mengelola environment, social dan governance yang praktiknya semakin meningkat dalam setahun terakhir.

Menurut dia, perseroan bertekad untuk mengintegrasikan ESG dalam segala aspek usaha sebagai cara perseroan berbisnis. Semua proses produksi harus mengemplementasikan kerangkan berkelanjutan, sehingga produk perseroan dihasilkan melalui praktik bisnis yang baik serta tersertifikasi berdasarkan data internasional.

“Tak hanya itu, limbah yang dihasilkan dari proses produksi harus diberdayagunakan, agar dapat memberikan manfaat ekonomis maupun manfaat terhadap lingkungan,” ujar dia.

Sebelumnya, perseroan telah melakukan commissioning Bio-CNG Plant yang merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus komitmen dalam mengurangi dampak limbah cair pabrik kelapa sawit dengan mengubahnya menjadi energi terbarukan.

Sebagai informasi, SPOTT merupakan lembaga independent berbasis di Inggris yang melakukan penilaian praktik keberlanjutan berdasarkan kinerja program ESG pada perusahaan yang bergerak di bidang kehutanan, kelapa sawit dan karet alam. SPOTT merupakan inisiatif yang dikembangkan oleh Zoological Society of London (ZSL).

Di sisi lain, perseroan hingga kuartal III-2020 mencatatkan lonjakan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 163,77 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sejumlah Rp 63,09 miliar.

Peningkatan laba bersih didukung pertumbuhan penjualan sebesar 10% menjadi Rp 4,38 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 3,96 triliun. Kenaikan tersebut didukung peningkatan rata-rata harga jual minyak sawit (crude palm oil/CPO). Lonjakan laba juga dipengaruhi penurunan biaya keuangan dari Rp 394,40 miliar menjadi Rp 306,11 miliar.

Kemudian, perseroan mencatat segmen kelapa sawit berkontribusi sebesar Rp 3,67 triliun, nail 14% dari periode sama tahun lalu. Kelapa sawit berkontribusi sekitar 84% dari total penjualan perseroan.

Harga rata-rata CPO perseroan per Januari-September 2020 mencapai Rp 7,7 juta per ton, naik 22% dari periode sama tahun lalu senilai Rp 6,3 juta per ton. Kenaikan rata-rata harga jual CPO terutama terjadi pada kuartal I-2020 dan kuartal III-2020. Peningkatan harga jual berimbas terhadap peningkatan pendapatan perseroan sebesar 10%, meskipun volume penjualan CPO perseroan turun sekitar 7% menjadi 433 ribu ton.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN