Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
hasan fawzi

hasan fawzi

Di Tengah Covid, Minat Investasi di Pasar Modal Justru Tinggi

Thereis Love Kalla, Selasa, 26 Mei 2020 | 15:07 WIB

JAKARTA – Antusiasme masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di pasar modal tak surut meski kondisi Indeks harga saham gabungan (IHSG) telah mengalami koreksi sekitar 27,84% secara year to date (ytd) akibat terdampak pandemi Covid-19. Hal tersebut ditunjukkan melalui meningkatnya pertumbuhan jumlah investor secara total yang meningkat hampir 11% hingga April lalu.

 

“Di tengah turunnya indeks, ternyata di sisi lain, minat investasi investor domestik kita catat naik. Artinya, para investor baru sudah cukup mengenal pasar modal, sehingga turunnya indeks ini ditangkap sebagai peluang yang bukan menyurutkan mereka, malah menarik minat mereka untuk mulai berinvestasi dengan menjadi investor baru,” kata Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Hasan Fawzi pada Kamis (20/5/2020) dalam siaran langsung akun Instagram resmi Indonesia Stock Exchange (IDX).

Hasan menjelaskan, total jumlah investor pasar modal yang terdiri atas investor saham, reksa dana, dan obligasi per akhir April yang lalu telah mencapai sekitar 2,75 juta investor atau bertumbuh hampir 11% sepanjang empat bulan pertama di 2020. Sementara untuk investor saham sendiri, tercatat sebanyak 1,19 juta investor naik sekitar 8% dibanding jumlah investor saham pada akhir tahun lalu sebanyak 1,10 juta investor.

Hasan menambahkan, sejak pertama kali diumumkannya wabah virus corona masuk ke Indonesia pada Maret lalu, justru jumlah pertumbuhan investor pada bulan itu mampu melampaui capaian pada Januari dan Februari. Hasan mengatakan, hingga Maret pertumbuhan investor tercatat sebesar 8%.

Menurut Hasan, investor domestik sudah siap untuk mengimbangi turunnya aktivitas investor asing di pasar saham Indonesia. Tercatat sepanjang tahun 2020, jual bersih (net sell) investor asing tercatat sebesar Rp 11,129 triliun .

“Penyeimbangnya para investor domestik, terutama ritel investor yang mulai mencermati turunnya indeks sebagai peluang investasi,” ujar Hasan.

Lebih lanjut, Hasan mengungkapkan, pertumbuhan investor yang terjadi belakangan ini disebabkan gencarnya aktivitas edukasi pasar modal yang dilakukan bersama anggota bursa dan kantor perwakilan BEI di daerah-daerah. Selama pandemi Covid-19 kegiatan edukasi dilakukan secara online, tak lagi tatap muka. Kendati demikian edukasi secara online tak mengurangi efektivitasnya untuk mampu memberikan pemahaman dan menarik calon investor dalam membuka rekening saham.

Berdasarkan demografinya, lanjut Hasan, pertumbuhan investor baru usia 18-25 tahun atau biasa disebut generasi milenial, lebih cepat dibanding investor usia lainnya.

“Investor milenial itu, pertumbuhannya dalam tiga sampai empat tahun terakhir, sejak 2016 tercatat sekitar 60 ribu investor, saat ini 280 ribu investor generasi milenial, penambahannya sekitar empat kali lebih,” ujarnya.

Hasan menyatakan, pembentukan galeri investasi di kampus-kampus, dan kebijakan untuk memasukkan pelajaran pasar modal di kurikulum pelajaran ekonomi sejak SMA turut mendorong orang-orang muda untuk sadar berinvestasi.

“Investor milenial punya keuntungan horizon waktu yang lebih panjang, punya cukup waktu panjang untuk recover-nya, harapannya investor muda ini menjadi investor yang tangguh dan disiplin sampai nanti usianya lanjut,” jelas Hasan.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

Berita Terkait