Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Menggeser Dominasi Pyridam Farma, Indofarma, dan Kimia Farma

Diagnos, Prodia, dan Soho Pimpin Pertumbuhan Saham Farmasi

Jumat, 18 Juni 2021 | 05:49 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Harga saham PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) melonjak 505% selama periode akhir 2020 hingga 17 Juni 2021 (year to date/ytd) atau tertinggi dibandingkan saham-saham farmasi lainnya. Setelah Diagnos adalah saham PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) yang harganya naik 27,1% dan PT Soho Global Health Tbk (SOHO) yang meningkat 21,7%.

Saham Diagnos, Prodia, dan Soho berhasil menggeser dominasi saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), PT Indofarma Tbk (INAF), dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang sepanjang tahun lalu menguasai tiga besar saham farmasi paling untung. Selama periode akhir 2019 hingga akhir 2020, saham Pyridam melesat 392,4%, Indofarma melejit 363,2%, dan Kimia Farma melonjak 240%.

Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/6), saham Diagnos bertengger pada harga Rp 1.210. Saham perseroan resmi tercatat di BEI pada 15 Januari 2021, dengan harga penawaran Rp 200 per saham.

Adapun saat ini, induk usaha Diagnos, yaitu PT Bundamedik berencana melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dengan harga penawaran Rp 350-400 per saham. Rencana IPO saham ini turut mendorong pergerakan harga saham Diagnos.

Sementara itu, harga saham emiten farmasi lainnya, yakni Prodia Widyahusada berada di level Rp 4.130 pada perdagangan Kamis (17/6). Pada akhir 2020, harga saham perseroan baru mencapai Rp 3.250.

Selanjutnya, saham Soho Global Health yang kemarin ditutup pada harga Rp 5.600. Akhir tahun lalu, saham Soho Global berada di posisi Rp 4.600. Saham perseroan resmi tercatat di BEI pada September 2020.

Di luar 3 saham tersebut, 10 saham farmasi lainnya membukukan kinerja yang beragam, yakni ada yang turun dan naik. Saham Indofarma turun paling signifikan sebesar 46,7% selama periode akhir 2020 hingga 17 Juni 2021. Begitu juga dengan saham Kimia Farma yang harganya anjlok sebesar 42,8%.

Analis PT Pilarmas Investindo Sekuritas Okkie Setya Ardiastama menjelaskan, kenaikan harga saham farmasi seiring dengan ekspektasi peningkatan permintaan di industri kesehatan. Hal ini dinilai dapat memberikan katalis positif terhadap kinerja keuangan yang terapresiasi pada kinerja saham.

Saat ini, valuasi dari emiten farmasi tersebut berada di atas harga wajar. Namun, jika dilihat dari tingginya permintaan di industri kesehatan saat ini, tentunya bisa menjadi pendorong kenaikan kinerja keuangan yang juga dapat berdampak pada valuasi dari saham emiten tersebut.

"Investor juga perlu pertimbangkan likuiditas dari saham tersebut, meskipun kami melihat masih adanya potensi kenaikan. Tetapi, risiko likuiditas dan harga yang melampaui nilai wajarnya harus jadi pertimbangan," papar dia.

Adapun berdasarkan analisis teknikal, saham Prodia berpeluang menembus level resistance Rp 4.330 dalam jangka pendek dan 4.560 dalam jangka panjang. Sedangkan saham Diagnos bisa menembus level Rp 1.230 dalam waktu dekat dan Rp 1.310 dalam jangka menengah.

Sementara itu, saham Soho Global masih berada dalam tekanan jual, tapi investor masih mempertimbangkan aksi beli di area Rp 4.725-5.075. Faktor likuiditas, menurut Okkie, perlu diperhatikan dalam memilih saham-saham tersebut.

Secara terpisah, analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menjelaskan, dari sisi teknikal, saham Diagnos dan Prodia sudah bergerak di atas MA20 dan MA60. Dilihat dari sisi MACD dan stochastic, masih menunjukkan tanda penguatan, meskipun dari sisi volume tidak terlalu besar.

"Kami memperkirakan saham Prodia menguji MA20 pada harga Rp 4.200 dan saham Diagnos menguji level resistance di Rp 1.230,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN