Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Diamond Food Indonesia Tbk listing

PT Diamond Food Indonesia Tbk listing

Diamond Food Incar Pertumbuhan Laba 25%

Thereis Love Kalla, Rabu, 22 Januari 2020 | 13:01 WIB

JAKARTA – PT Diamond Food Indonesia Tbk (DFI) menargetkan pertumbuhan laba dan pendapatan masing-masing sebesar 25% pada tahun ini. Hal tersebut didorong oleh kondisi industri makanan dan minuman domestik yang cenderung positif. 

Direktur Utama DFI Chen Tsen Nan menyatakan, perseroan akan lebih agresif lagi setelah melaksanakan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/ IPO) saham.

“Pertumbuhan industri makanan dan minuman selama tiga tahun terakhir cukup positif. Target pertumbuhan  pendapatan ditetapkan 25% tahun ini. Kalau tahun lalu tunggu diaudit dulu tapi sudah jelas kita bertumbuh,” ujar Chen Tsen seusai pencatatan perdana (listing) saham Diamond Food di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/1).

Chen Tsen menambahkan, target tersebut dapat tercapai karena secara historis pertumbuhan pendapatan perseroan tiap tahunnya terus meningkat. “Tahun 2019 kami bertumbuh sekitar 12%, meski belum diaudit tapi sudah jelas kita bertumbuh,” katanya.

Sementara itu, perseroan menargetkan dapat membukukan pertumbuhan laba di atas 25% untuk tahun kerja 2020. “Pasti juga akan bertumbuh, yang kita harapkan bisa di atas 25%,” ungkapnya.

Hingga Juli 2019, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 3,89 triliun naik 10,19% dibanding periode sama tahun 2018 sebesar Rp 3,53 triliun. Sedangkan laba perseroan tercatat naik 24,20% menjadi sebesar Rp 192,47 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 154,96 miliar per Juli 2018.

Menurut Chen Tsen, setelah IPO, perseroan juga akan berencana untuk menambah fasilitas cold storage, namun nanti realisasinya akan mengikuti kondisi pasar. “Kapasitas diharapkan akan bertambah, tapi kan itu tergantung pasar, jadi saya belum bisa untuk prediksi,” kata dia.

Adapun dalam gelaran IPO, DFI menawarkan 100 juta unit sahamnya kepada publik dengan harga penawaran senilai Rp 915. Dengan demikian, perseroan mampu menghimpun dana sebesar Rp 91,5 miliar dari aksi korporasi ini.

Rencananya, sekitar 20% dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja guna mendukung kegiatan operasional DFI dan sekitar 80% akan digunakan DFI untuk penyetoran modal kepada salah satu perusahaan anak DFI yaitu PT Sukanda Djaya untuk modal kerja pembelian persediaan. 

“Hal ini mengingat kontribusi PT Sukanda Djaya untuk periode 7 bulan yang berakhir pada 31 Juli 2019 memberikan kontribusi sebesar 77,1% dari pendapatan konsolidasian Grup Diamond,” tutur Chen Tsen.

Disamping itu, perseroan akan menerbitkan saham baru kepada Anderson Investments Pte Ltd. Hal ini dilakukan berdasarkan perjanjian obligasi konversi (convertible bond) pada 11 Juli 2019. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan memperoleh dana untuk meningkatkan modal saham sebesar Rp 1,14 miliar. 

Chen Tsen mengungkapkan, nantinya perseroan tak menutup kemungkinan untuk melakukan Secondary Act setelah IPO, terlebih kepemilikan saham publik hanya sebesar 1,06%. Namun dirinya belum bisa menjelaskan lebih detail aksi korporasi lanjutan tersebut.  

“Akan ada secondary act, pasti kita rencanakan akan ada act kedua. Second act kemungkinan dalam tiga sampai lima tahun ke depan. Kita lihat bagaimana nanti, memang convertible bond-nya harus dilepas,” tuturnya.

Listing

Diamond Food Indonesia resmi mencatatkan sahamnya di BEI dengan kode emiten DMND. Emiten yang lebih dikenal dengan produk es krimnya ini, menjadi perusahaan ke-7 yang melakukan listing di BEI selama tahun 2020.

Pada perdagangan perdananya, saham DMND langsung naik 49,73% ke level Rp 1.730 per unit saham dari harga penawarannya sebesar Rp 915 per saham. 

Direktur Utama Indopremier Sekuritas Moleonoto The, mengatakan, pada saat gelaran IPO saham DMND mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 500 kali dari jatah pooling.

PT Diamond Food Indonesia Tbk merupakan sebuah perusahaan lokal yang menjalankan industri dan distribusi produk makanan dan minuman melalui perusahaan anak dan jasa konsultasi manajemen. Grup Diamond mulai beroperasi pada tahun 1973 sebagai produsen es krim, yang dikenal dengan nama es krim “Diamond”. 

Perkembangan dan transformasi menjadikan Grup Diamond berkembang menjadi perusahaan yang menjual produk consumer dengan platform terintegrasi, yang menggabungkan portofolio produk bermerek terkemuka produksi Diamond Group dan milik prinsipal internasional dalam berbagai kategori produk yang meliputi produk dairy, confectionery, daging dan makanan laut, buah-buahan, sayuran dan turunannya, bahan makanan sehari-hari dan bakery.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA