Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penjualan Ponsel Smartfren. Foto ilustrasi: dok. Investor Daily

Penjualan Ponsel Smartfren. Foto ilustrasi: dok. Investor Daily

Dian Swastatika Sentosa Raih Pinjaman Rp 200 Miliar dari Bank Mandiri

Rabu, 30 September 2020 | 10:49 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mendapatkan pinjaman sebesar Rp 200 miliar dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Pinjaman ini akan digunakan untuk mendukung kegiatan perseroan.

Sekretaris Perusahaan Dian Swastatika Sentosa Susan Chandra mengatakan, perseroan mendapatkan pinjaman pada 28 September 2020. Fasilitas tersebut memiliki jangka waktu sampai dengan 7 November 2021, suku bunga sebesar 9% per tahun, dan dijamin dengan aset perseroan.  

Susan menjelaskan, fasilitas pinjaman ini akan digunakan untuk menunjang kegiatan operasional perseroan.

"Fasilitas pembiayaan ini tidak mengubah rasio utang terhadap ekuitas perseroan secara signifikan," ujar dia dalam keterangan resmi pada Selasa, (29/9).

Adapun sebelumnya, emiten energi milik Sinarmas Group ini mengkonversi sebagian obligasi PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) menjadi saham. Saham hasil konversi ini telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 September 2020
 
"Dengan konversi ini kepemilikan saham perseroan entitas anak di Smartfren menjadi sekitar 15%," kata dia.

Sementara sampai semester I-2020, Dian Swastatika Sentosa membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk sebesar US$ 22,45 juta. Nilai ini menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 37,02 juta.

Penurunan laba ini disebabkan oleh penurunan pendapatan yang menjadi US$ 771,6 juta dari US$ 832,08 juta pada semester I-2019. Sementara beban usaha perseroan tercatat meningkat dari US$ 159,63 juta pada semester I-2019 menjadi US$ 173,67 juta pada semester I-2020.

Dari sisi aset, perseroan membukukan aset sebesar US$ 3,84 miliar. Nilai aset ini meningkat dibandingkan aset pada akhir 2019 yang mencapai US$ 3,71 miliar.

Peningkatan aset ini dipengaruhi oleh peningkatan aset lancar yang mencapai US$ 924,29 juta dan aset tidak lancar yang mencapai US$ 2,92 miliar.

Liabilitas perseroan juga tercatat meningkat menjadi US$ 2,09 miliar dari US$ 2,08 miliar pada akhir 2019. Peningkatan liabilitas ini dipengaruhi oleh liabilitas jangka pendek sebesar US$ 673,77 juta dan liabilitas jangka panjang sebesar US$ 1,42 miliar.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN