Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi obligasi. Foto: beritasatu.com

Ilustrasi obligasi. Foto: beritasatu.com

Diaspora Bond Direncanakan Terbit November

Triyan Pangastuti, Kamis, 4 Juni 2020 | 23:52 WIB

JAKARTA, investor.id - Pemerintah berencana menerbitkan surat utang negara (SUN) bagi diaspora atau diaspora bond pada November 2020. Rencananya diaspora bond akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan penanganan Covid-19.

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kemenkeu Deni Ridwan mengatakan, diaspora bond sebagai langkah pendanaan kreatif dalam memenuhi kebutuhan sumber pendanaan dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN di tengah kondisi sulit Covid-19.  

Kendati begitu rencana penerbitan diaspora bond di bulan November telah bergeser, sebab awalnya pemerintah menargetkan penerbitan diaspora bond pada 2 Agustus 2020.

“Karena ada Covid-19 adanya pembatasan kegiatan fisik persiapan kami teknis ada kendala.  Kita melihat target baru November,”ujarnya dalam conference virtual, Kamis (4/6).

Menurutnya keuntungan penerbitan diaspora bond, dapat membantu mendukung pendanaan fiskal ditengah kondisi sulit. Selain itu harga diaspora bond juga relatif lebih murah, dibandingkan jika menerbitkan surat utang melalui pasar.

Apalagi  Presiden Joko Widodo sudah meminta untuk fokus APBN 2020 diarahkan pada tiga sektor utama yakni penanganan pandemic kesehatan, social safety net untuk menjaga daya beli masyrakat terjaga.

“Kemudian bantu dunia usaha UMKM agar bisa survive selama masa cobaan datang. Jika dijaga survive begitu masalah kesehatan dijaga,, maka ekonomi bisa pickup lagi. Ini sangat penting diharapkan partispasi gotong royong lapsian masyakrat  dalam negeri dan luar negeri menyediakan pembiayaaan APBN dan mengatasi krisis yang tengah dihadapi bangsa kita,”jelasnya.

Denni mengatakan agar pelaksanaan diaspora bond berjalan lancar maka dibutuhkan persiapan teknis yang matang. Pasalnya penerbitan baru akan dilakukan jika semua pihak baik dari Kementerian Luar Negeri, Otoritas Jasa Keuangan, dan piloting mitra distribusi sudah siap.

“Kesiapan dan kematangan pelaksaan teknis jadi key success tidaknya penerbitan diapsora bond,”ujarnya.  

Tak hanya Indonesia, peningkatan diaspora bond hampir semua negara kebutuhan financinganya meningkat, ditengah permintaan yang terbatas, oleh karena itu diperlukan metode pendanaan yang lebih kreatif.

Surat utang negara ini ditujukan untuk warga negara Indonesia yang berada di luar negeri dan warga negara Indonesia yang memiliki keturunan Indonesia.

Target investor tersebut seusai dengan Peraturan Presiden Nomor 76 tahun 2017 tentang Fasilitas bagi Masyarakat Indonesia di Luar Negeri dan Peraturan Menteri Luar Negeri Nomor 7 tahun 2017 tentang Penerbitan dan Pencabutan Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMLN).

Ia mengatakan jika ingin membeli diaspora, harus memiliki Kartu Masyrakat Indonesia di Luar Negeri (KMLN) sebagai alat identifikasi dan persyaratan.

“Pembuatan KMILN dilakukan secara elektronik atau online dan tidak dipungut biaya apapun, dengan masa berlaku KMILN selama 2 tahun dan diperpanjang”ujarnya.

Deni mengungkapkan bahwa nantinya diaspora bond akan diterbitkan dalam denominasi rupiah. Hal ini dengan pertimbangan bahwa transaksi melalui sistem e-SBN, pembayarannya dilakukan melalui bank, pos, atau lembaga persepsi yang sebagian besar hanya menggunakan rupiah.

Diaspora bond rencananya akan memiliki tenor 3 tahun fixed rate dan non tredeable, dengan minimal pemesanan Rp 5 juta hingga Rp 5 miliar.

Deni mengatakan diaspora bond juga tidak bisa dibeli oleh para diplomat Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Di samping itu, pemesan diaspora bond nantinya juga harus memiliki rekening tabungan di Indonesia, Single Investor Identification di Indonesia, dan rekening surat berharga di Indonesia.

Dalam penerbitan diaspora bond juga bekerjasama dengam mitra distribusi, hingga saat ini, sudah terdapat 14 mitra distribusi yang akan menjadi piloting diaspora bond. Terdiri dari 8 bank yakni Bank Central Asia, Maybank, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank CIMB Niaga, Panin Bank, Bank Mandiri, dan Bank Tabungan Negara.

Kemudian 3 perusahaan fintech yaitu Tanamduit, Bareksa, dan Invisee. Lalu 3 sekuritas yakni Bahana Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia.

Size penerbitan

Denny masih enggan menjelaskan target penerbitan diaspora bond, sebab saat ini DJPPR masih dalam tahap  melakukan survey seberapa tertarik investasi di diaspora bond.

“Mengenai size target penerbitan Diaspora bond tujuan melakukan survei semacam melihat seberapa besar minat diaspora. Sampai saat ini belum bisa smapaikan berapa targetnya nunggu sampai proses penjajakan ini bisa secara lebih lengkap dapatkan picture dari berbagai diapsora diseluruh dunia kita Tokyo hari ini, minggu lalu sosialisasi diaspora bond di Parism”jelasnya.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN