Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indointernet menggelar listing perdana saham di BEI. Harga saham Indointernet (EDGE) dibuka langsung ARA.

Indointernet menggelar listing perdana saham di BEI. Harga saham Indointernet (EDGE) dibuka langsung ARA.

Digital Edge Hong Kong Resmi Kuasai Indonet

Senin, 14 Juni 2021 | 15:49 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Perusahaan platform data center, Digital Edge (Hong Kong) Ltd resmi menjadi pemegang saham mayoritas PT Indointernet Tbk (EDGE) atau Indonet. Hal itu menyusul penyelesaian pengambilalihan 189,90 juta saham yang merupakan 47% saham milik Toto Sugiri, Han Arming Hanafia, Bing Moniaga, Marina Budiman, Sanjaya, Halim Soelistio, Augustinus Haryawirasma, dan Sudjiwo Husodo.

Saham-saham tersebut dibeli pada harga Rp 10.495 sehingga total nilai pengambilalihan adalah sebesar Rp 1,99 triliun.

Digital Edge Limited merupakan pemegang saham lawas di Indonet dengan kepemilikan 12,1%. Lalu setelah akuisisi ini, maka Indonet dikendalikan sepenuhnya Digital Edge Limited dengan kepemilikan 59,1%.

Komisaris Utama Indonet Toto Sugiri menyatakan antusiasme yang tinggi terhadap kedatangan Digital Edge, yang telah diakui memiliki pengalaman industri secara global. 

“Saya menyambut kerja sama ini dengan antusiasme yang tinggi mengingat Digital Edge memiliki pengetahuan global mengenai industri data center, hubungan baik dengan customer regional maupun global, serta akses pendanaan kuat didukung oleh private equity global yaitu Stonepeak Infrastructure Partners. Bersama Digital Edge, Indonet berada di posisi terbaik untuk memberdayakan pertumbuhan pasar Indonesia serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional. Ke depannya pun kami tengah merencanakan proyek ekspansi data center selanjutnya,” ungkap Toto dalam keterangan resmi, Senin (14/6).

Direktur Utama Indonet Djarot Soebiantoro mengatakan, masuknya Digital Edge sebagai investor strategis di Indonet sangat sejalan dengan fokus layanan yang tengah dikembangkan yaitu EDGE Data Center. Keahlian Digital Edge dalam mengembangkan dan mengoperasikan data center akan sangat mendukung ekspansi Indonet. 

“Selain itu, Digital Edge dan Indonet juga dapat berkolaborasi dalam memperluas database pelanggan. Network Digital Edge dengan pelanggan global tentu akan sangat bernilai bagi pertumbuhan bisnis Indonet,” tambahnya.

Chief Executive Officer Digital Edge Samuel Lee pun mengakui bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar yang memiliki potensi peningkatan yang baik untuk perkembangan edge data center

“Indonet merupakan investasi pertama Digital Edge di Asia Tenggara dan kami menyadari bahwa Indonet telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam pengembangan bisnis maupun inovasi produk serta layanannya. Ekonomi digital Indonesia yang berkembang pesat, percepatan adopsi cloud, serta kesuksesan perusahaan startup dengan adanya enam unicorn di Indonesia akan mendorong permintaan akan layanan colocation dan pertumbuhan edge data center,” ucapnya. 

Untuk diketahui, EDGE merupakan penyedia jasa internet komersial pertama di Indonesia yang didirikan pada 1994 oleh Toto Sugiri. Dalam perkembangannya, Indonet telah melakukan transformasi menjadi digital business enabler dengan menyediakan layanan infrastruktur digital antara lain multi konektivitas, data center, dan cloud. Saat ini Indonet tengah fokus mengembangkan layanan HyperScale ConneX (HSX) dan EDGE Data Center untuk dapat memberikan solusi multi konektivitas tanpa batas antar beragam penyedia data center serta cloud.

Digital Edge didirikan oleh tim manajemen senior dengan lebih dari 20 tahun pengalaman di bidang data center dan layanan infrastruktur digital, seperti Equinix, Tata Communication, Facebook. Didukung oleh Stonepeak Infrastructure Partners, private equity dengan fokus pada sektor infrastruktur, Digital Edge memiliki lebih dari US$ 1 miliar komitmen dana untuk mengembangkan bisnis data center di Asia.

Edge Data Center memiliki peranan penting dalam era teknologi dan industri 4.0 saat ini, sebagai sebuah solusi pemrosesan data yang mampu membantu pelanggan untuk mengatasi masalah latensi, tantangan operasional dan keamanan. 

Laporan dari Gartner pada awal tahun 2021 memperkirakan bahwa 75% data perusahaan diharapkan dibuat dan diproses di edge data center pada tahun 2025. Hal ini sejalan dengan laporan Analysys Mason pada tahun 2019 yang menunjukkan bahwa perusahaan akan mengalokasikan rata-rata 30% dari anggaran IT mereka untuk edge computing selama tiga tahun ke depan.

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN