Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi travel. (Pixabay)

Ilustrasi travel. (Pixabay)

'Digital Travel' Jadi Strategi Panorama Hadapi Pandemi

Jumat, 30 Juli 2021 | 07:02 WIB
Ghafur Fadillah ,Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) melakukan transformasi bisnis digital untuk menyiasati pelemahan bisnis akibat pandemi Covid-19. Selain itu, wisata domestik menjadi fokus perseroan tahun ini.

Corporate Secretary Panorama Sentrawisata Anastasia Xenia menjelaskan, transformasi ini disiapkan dengan tujuan bahwa digital travel sebagai bentuk adaptasi new normal. Pasalnya, setelah pandemi nanti, digital travel akan terus berkembang. “Perseroan sudah mempersiapkan ekosistem dari masing-masing pilar bisnis yang kami miliki, ini yang menjadi keunggulan kompetitif,” kata dia dalam Virtual Media Visit ke BeritaSatu Media Holdings, Kamis (29/7).

Panorama Sentrawisata memiliki beberapa pilar bisnis yang dijalankan oleh perseroan maupun anak usahanya, yakni PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) dan PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES). Keseluruhan bisnis ini nantinya akan terintegrasi satu sama lain secara digital.

Secara rinci, grup emiten pariwisata ini melayani inbound untuk wisata mancanegara, travel and leisure untuk wisata domestik dan corporate travel, kemudian pilar media yang menjadi transformasi dari Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Lini terakhir, perseroan juga memiliki bisnis di bidang hospitality.

Anastasia menambahkan, untuk mewujudkan rencana itu, perseroan berniat melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 1,2 miliar saham. Perseroan juga berniat menerbitkan sebanyak 400 juta waran sebagai insentif yang diberikan kepada pemegang HMETD yang melaksanakan haknya. “Dari rights issue, kita mempertimbangkan rencana-rencana strategis untuk memperkuat dan mempercepat digitalisasi bisnis perseroan,” ujarnya.

Untuk itu, Panorama akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 27 Agustus 2021 untuk meminta persetujuan rights issue. Aksi korporasi itu akan dilaksanakan tidak lebih dari 12 bulan sejak perseroan mendapatkan persetujuan RUPSLB.

Pada kesempatan yang sama, Corporate Secretary Destinasi Tirta Nusantara AB Sadewa menjelaskan, rencana memasuki digital travel juga sejalan dengan berubahnya perilaku berwisata yang menilai suatu liburan base on experience dan interest. Digital travel ini nantinya dapat memberikan pilihan liburan berdasarkan hal itu.

“Yang nantinya akan kita salurkan melalui distribution channel baik Business to Business (B2B) atau Business to Customer (B2C) sebagai wholesaler atau keduanya. Selain itu, dana itu akan digunakan sebagai pembelian inventory seperti hotel, airlines/merchant supaya harganya lebih kompetitif di pasar,” kata Sadewa.

Dari segi transportasi yang dijalankan oleh PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk juga masih menjalankan layanan travel. Terbaru, WEHA melakukan perubahan strategi bisnis dengan melayani shuttle karyawan perusahaan hingga pengiriman logistik. Semisal, jasa titip kuliner UMKM yang bisa dipesan lewat aplikasi Daymall milik WEHA.

Perseroan juga launching program bernama Covid-19 assistance dengan target pasar korporasi yang membutuhkan asistensi keseluruhan dari mulai tempat menginap, penyediaan vitamin, dan oksigen.

Pemesanan Wisata Inbound

Meski kebijakan larangan masuk bagi turis asing ke Indonesia masih berlaku, Panorama Sentrawisata melalui anak usahanya, Destinasi Tirta Nusantara, tetap menerima pemesanan (inquiries) wisata inbound dari sejumlah negara.

Perusahaan mencatat sekitar 500 inquiries setiap bulan selama pandemi ini. “Kami menerima rata-rata 500 inquiries setiap bulan di luar dari charter flight untuk beberapa market seperti Polandia. Meski turun drastis dibanding tahun sebelumnya dengan rata-rata 2.500 inquiries, tapi masih adanya permintaan yang masuk saat diberlakukan penutupan ini. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada passion dari wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia,” kata VP Brand and Communications Panorama Sentrawisata AB Sadewa.

Sadewa mengatakan, minat wisatawan untuk berwisata ke Indonesia tetap ada meski hingga saat ini pemerintah masih pintu Indonesia terhadap kunjungan turis asing untuk mencegah penularan Covid-19. Untuk tetap menjaga antusiasme wisman dalam berkunjung ke Indonesia, Panorama terus memberikan informasi terbaru terkait perkembangan penanganan pandemi di Indonesia.

Diakui Sadewa, Panorama Group sangat terdampak pandemi Covid-19. Terlebih, bisnis perseroan sangat mengandalkan aktivitas pergerakan manusia yang pada pandemi kali ini sangat dibatasi oleh pemerintah untuk memutus rantai penularan Covid-19.

“Secara umum bisnis kami ada beberapa sektor yang hold karena dampak pandemi membuat pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat. Tapi pandemi ini juga membuat kami lebih jeli melihat peluang, dan menciptakan inovasi-inovasi bisnis maupun produk baru yang disesuaikan dengan permintaan yang ada di pasar,” terang dia.

Di awal Pandemi, menurut Sadewa, Panorama fokus melakukan konsolidasi internal selama tiga bulan pertama. “Berikutnya, fase kedua periode new normal kami kejar sertifikasi CHSE. Kami juga mengikuti sertifikasi World Travel and Tourism Council untuk Safe Travels,” tutur dia.

Dia melanjutkan, saat ini Panorama memasuki fase pemulihan karena perusahaan telah mengantongi sertifikat CHSE. Meski, tahapan pemulihan tersebut saat ini terkendala gelombang kedua pandemi Covid-19.

“Karena target semula dari pemerintah kan bulan Juli ini Bali sudah dibuka untuk wisatawan asing. Dan kami sudah siap jalan, tapi sayangnya ada second wave yang membuat rencana tersebut jadi tertunda,” tutur dia.

Padahal, menurut Sadewa, pihaknya saat ini telah menerima inquiries untuk 250 orang dari Warsawa ke Bali dengan charter flight. “Ada juga sekitar tiga ribu orang yang akan kita handle sampai Oktober mendatang, tapi sayangnya kasus Covid-19 di Indonesia kembali naik, terutama dengan adanya varian delta,” ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN