Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Maket Apartemen Opus Park, Central Business Distric (CBD) Sentul City Bogor.

Maket Apartemen Opus Park, Central Business Distric (CBD) Sentul City Bogor.

Digugat Pailit, Ini Penjelasan Sentul City

Senin, 10 Agustus 2020 | 22:46 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Sentul City Tbk (BKSL) memastikan bahwa perseroan tidak dalam kondisi pailit. Hal itu ditegaskan menyusul adanya gugatan pailit yang diajukan oleh konsumen Sentul City. Seperti diberitakan, konsumen Sentul City Ang Andi Bintoro cs mengajukan gugatan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, baru-baru ini.

“Fakta hukum yang sebenarnya, perkara yang dipermasalahkan oleh Ang Andi Bintoro adalah adanya Perjanjian Perikatan Jual Beli (PPJB) kavling siap bangun, tidak ada utang piutang Sentul City kepada Ang Andi Bintoro yang jatuh tempo,” jelas manajemen Sentul City dalam keterangan resmi, Senin (10/8).

Sementara itu, menurut laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara atau SIPP PN Jakarta Pusat, gugatan pailit didaftarkan oleh Ang Andi Bintoro, Meilyana Bintoro, Jimmy Bintoro, Denny Bintoro, dan Linda Karnadi dengan kuasa hukum Felix Haholongan Silalahi.

Dalam petitum gugatan tersebut disebutkan, menerima dan mengabulkan permohonan pailit para pemohon pailit untuk seluruhnya. Termohon, PT Sentul City Tbk yang beralamat di Gedung Menara Sudirman, Lantai 25, Jl. Jenderal Sudirman Kav 60, Jakarta Selatan, dinyatakan dalam keadaan pailit dengan segala akibat hukumnya.

PN Jakarta Pusat menunjuk hakim pengawas dari Hakim PN Jakarta Pusat untuk mengawasi proses pailit termohon pailit, dalam hal ini Sentul City. Ada tiga kurator yang ditunjuk dalam petitum, yakni Dedy Dwi Yuliantyo, Eduard Salomon Matondang, dan Alvonso Alberto.

Sehubungan dengan hal tersebut, kemarin, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan penghentian sementara perdagangan saham Sentul City. Suspensi ini dilakukan sejak sesi I perdagangan Senin dan dilakukan di seluruh pasar.

Sebagai informasi, pemegang saham Sentul City saat ini adalah PT Sakti Generasi Perdana dengan jumlah kepemilikan sebanyak 35,33 miliar saham (52,67%), Stella Isabella Djohan dengan jumlah kepemilikan 11,24 miliar saham (16,76%), dan masyarakat sebanyak 20,5 miliar saham (30,57%).

Belum lama ini, PT Natura City Development Tbk (CITY), anak usaha Sentul City, menjual tanah seluas 131.863 meter persegi kepada PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Sekretaris Perusahaan Natura City Development Siti Fidya Airyne mengatakan, perseroan menjual 59 bidang tanah Hak Milik Adat berdasarkan surat Pelepasan Hak Utama kepada BSD. Tanah tersebut berlokasi di Tangerang Selatan, Banten. “Jual beli dilaksanakan dengan nilai keseluruhan sebesar Rp 98,89 miliar. Transaksi tersebut bukan tergolong transaksi material,” jelas dia dalam keterangan resmi.

Menurut Siti, transaksi tersebut akan memberikan konstribusi bagi kinerja perseroan dan akan memastikan keberlanjutan kegiatan usaha perseroan. Sejak 2017, perseroan melalui anak usahanya, PT Serpong Natura Hijau Sentosa, mengembangkan Serpong Natura City yang berlokasi di Serpong, Banten. Perseroan baik langsung maupun melalui anak usaha memiliki lahan seluas 210 hektare (ha). Lahan ini dikembangkan sebagai kawasan hunian, fasilitas umum, dan fasilitas sosial serta penunjang lainnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN