Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bali United. Foto: baliutd.com

Bali United. Foto: baliutd.com

Dijual, Sebanyak 13,9% Saham Bali United

Farid Firdaus, Kamis, 8 Agustus 2019 | 10:31 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bali Peraga Bola, pemegang mayoritas saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), secara bertahap melepas saham pengelola klub sepak bola Bali United tersebut. Per 29 Juli 2019, kepemilikan saham Bali Peraga hanya sekitar 2,73% dari semula 16,67%.

Berdasarkan data yang dihimpun Investor Daily, setelah Bali United resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Juni lalu, terjadi beberapa transaksi jual beli oleh para pemegang saham utama.

Sebelum Bali United melangsungkan go public, berdasarkan prospektus perseroan belum lama ini, Bali Peraga tercatat sebagai pemegang mayoritas saham dengan kepemilikan sebesar 25%. Disusul, pengusaha kawakan Pieter Tanuri 20,16% dan dua individu hampir menguasai 10%, yakni Ayu Patricia Rachmat dan Miranda masing-masing sebesar 9,45%. Sisanya adalah investor individu dan kelompok lain yang jumlahnya mencapai 13 pihak.

Setelah IPO, publik akan menggenggam 33,33% saham Bali United, kemudian Bali Peraga 16,67%, Pieter Tanuri 13,44%, sedangkan Ayu Patricia Rachmat dan Miranda masing-masing sebesar 6,3%.

Pada tanggal yang sama, ketika Bali United listing, Pieter Tanuri melakukan pembelian 2,8 juta saham pada harga Rp 265 per saham. Alhasil, kepemilikannya meningkat menjadi 13,48%. Pada saat yang sama, Ayu Patricia Rachmat melepas 63,15 juta saham pada harga Rp 175 per saham, yang membuat kepemilikan sahamnya menjadi 5,24%.

Sebagai informasi, Ayu Patricia Rachmat merupakan putri dari Theodore Permadi (TP) Rachmat. TP Rachmat dikenal sebagai mantan bos Grup Astra sekaligus pendiri Triputra Group.

Selanjutnya, pada 24 Juni 2019, Bali Peraga mulai melakukan divestasi saham perseroan. Ketika itu, perseroan menjual 170 juta saham pada harga Rp 300 per saham. Alhasil, kepemilikan saham perseroan menjadi 13,83%, dan komposisi baru pemegang saham Bali United menjadi, Pieter Tanuri 13,49%, Miranda dan Ayu Patricia masing-masing sebesar 5,25% saham, publik 42,84%, dan muncul PT Asuransi Jiwa Kresna dengan kepemilikan 5,02% saham.

Kemudian, pada 22 Juli 2019, Bali Peraga kembali melepas saham Bali United sebanyak 333 juta saham di harga 300 per saham. Kepemilikan perseroan pun kembali terdilusi menjadi 8,28%. Tercatat, Pieter Tanuri melakukan pembelian sebanyak 5 juta lembar pada harga Rp 370 per saham pada 24 Juli 2019. Alasannya adalah transaksi panjang, sehingga kepemilikan Pieter sedikit bertambah menjadi 13,57%.

Data terakhir yang disampaikan perseroan kepada BEI pada 5 Agustus 2019 menunjukkan, Bali Peraga kembali melakukan penjualan langsung sebanyak 330 juta saham di harga Rp 300 per saham. Transaksi yang dilakukan 29 Juli inilah yang membuat kepemilikan Bali Peraga berkurang drastis menjadi 2,73%.

Bali Peraga Bola

Seperti diketahui, PT Kresna Sekuritas adalah penjamin pelaksana emisi (underwriter) ketika Bali United melangsungkan IPO saham. Saat Investor Daily mengkonfirmasi transaksi terakhir yang dilakukan Bali Peraga Bola, Direktur Utama Kresna Sekuritas Octavianus Budianto tidak mengetahui pihak-pihak yang menjadi pembeli saham Bali United dari Bali Peraga. “Pada saat ada transaksi jual di secondary market, underwriter sudah tidak monitor lagi,” jelasnya, kemarin.

Di sisi lain, informasi mengenai pendiri Bali Peraga sangat minim. Pemilik perusahaan tersebut adalah Denny Susanto dan Jusup Handoko yang masing-masing mengusai 50% saham Bali Peraga.

Perusahaan ini berlokasi di Rukan Pondok Indah Plaza Jl. Margaguna Raya C No. 16 Kel Gandaria Utara, Kec Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kegiatan utama perseroan dalah menjalankan usaha-usaha dalam bidang jasa yakni pendidikan non-formal sepakbola dan futsal. Perseroan juga menjadi agen peralatan olahraga sepak bola.

Hingga semester I-2019, Bali United mengantongi pendapatan sebesar Rp 72,64 miliar, melonjak 40,53% dibanding periode sama tahun lalu Rp 51,69 miliar. Sedangkan laba bersih perseroan mencapai Rp 6,87 miliar, turun tipis dari semester I-2019 yang sebesar Rp 6,96 miliar.

Pada penutupan perdagangan Rabu, saham Bali United berada pada posisi Rp 368 per saham. Dengan demikian, apabila ada investor yang membeli pada harga IPO sebesar Rp 175 per saham, maka gain saham tersebut telah mencapai 110,28%.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN