Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bumi Resources. Foto: IST

Bumi Resources. Foto: IST

Dipicu Koreksi Harga Batu Bara, Pendapatan Bumi Menjadi US$ 1,97 Miliar

Selasa, 1 September 2020 | 08:46 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan pendapatan senilai US$ 1,97 miliar sepanjang semester I-2020, turun sebanyak 13% dari pencapaian periode sama tahun lalu US$ 2,27 miliar. Pelemahan tersebut dipicu penurunan rata-rata harga jual batu bara.

Rata-rata harga jual batu bara perseroan turun sebanyak 12% dari US$ 53,2 pert on menjadi US$ 46,9 per ton yang berimbas terhadap penurunan pendapatan perseroan. Sedangkan volume penjualan perseroan masih stabil di level 41,2 juta ton, yaitu berasal dari tambang KPC mencapai 29,5 juta ton dan Arutmin Indonesia sebanyak 11,6 juta ton.

“Perseroan masih bisa menjaga kinerja operasional perseroan, meskipun sektor batu bara belum kondusif di tengah berlanjutnya pandemi Covid19,” tulis Director and Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava dalam rilisnya yang diterima Investor Daily di Jakarta, Senin (31/8).

Penurunan pendapatan tersebut bermbas terhadap pelemahan laba usaha sebesar 55% menjadi 132,7 juta, dibandingkan periode sama tahun lalu senilai US$ 298,22 juta. Penurunan tersebut membuat perseroan rugi bersih senilai US$ 52,7 juta pada semester I-2020, dibandingkan laba bersih periode sama tahun lalu US$ 137,54 juta. .

“Meski ketidakpastian pasar masih melanda bisnis batu bara dalam jangka pendek, perseroan yakin bahwa ke depan industri ini akan terus berkembang, terutama dengan pengembangan proyek-proyek hilirisasi batubara dalam jangka menengah,” ungkapnya.

Bumi Resources membidik produksi batu bara mencapai 85-89 juta ton tahun ini dengan perkiraan rata-rata harga jual US$ 4649 per ton. Sedangkan beban produksi diperkirakan turun ke level US$ 32-34 per ton sepanjang tahun ini.

Manajemen perseroan menambahkan Bumi Resources sedang menunggu konfirmasi resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terkait konversi perpanjangan izin usaha Arutmi Indonesia dari PKP2B menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN