Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Pan Brothers Tbk. Foto: Perseroan.

PT Pan Brothers Tbk. Foto: Perseroan.

Disetujui, Penerbitan Surat Utang Pan Brothers US$ 350 Juta

Selasa, 26 Januari 2021 | 23:50 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Pan Brothers Tbk (PBRX) pada Selasa (26/1) menyetujui penerbitan surat utang global (global bond) sebesar US$ 350 juta. Surat utang yang akan jatuh tempo pada 2026 tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Singapura (SGX).

“Surat utang itu dijamin oleh Pan Brothers dan anak usaha perseroan. Penggunaannya untuk melunasi pinjaman perseroan dan anak usaha senilai US$ 171,08 juta yang jatuh tempo pada Januari 2022, serta pembiayaan kembali utang sindikasi senilai US$ 138,5 juta. Sisanya untuk modal kerja perseroan,” kata Sekretaris Perusahaan Pan Brothers Iswardeni di Jakarta.

Sebelumnya, dalam prospektus disebutkan, dengan adanya penerbitan global bond tersebut, perusahaan akan mendapatkan likuiditas dan fleksbilitas dalam arus kas. Realisasi dari penerbitan surat utang ini juga bisa digunakan untuk keperluan modal kerja, sehingga bisa meningkatkan kemampuan perseroan dalam melakukan ekspansi bisnis dan keperluan korporasi lainnya.

Tahun ini, Pan Brothers menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 15 juta. Wakil Direktur Utama Pan Brothers Anne Patricia Sutanto mengatakan, belanja modal akan dipakai untuk upgrading infrastruktur, digitalisasi, dan pemeliharaan. “Sedangkan tahun 2020, penggunaan belanja modal juga sama, namun realisasinya hanya sekitar US$ 9-10 juta,” kata dia dalam paparan publik virtual, belum lama ini.

Perseroan berencana menambah 4-5 brand baru pada 2021. Namun, pihaknya belum bisa menyebutkan nama merek apa saja yang akan bekerjasama dengan perseroan. Tahun lalu, terdapat 2 brand yang masuk, yakni Lululemon dan Burton.

Di sisi lain, perseroan juga memproduksi alat pelindung diri (APD). Produksi APD ini dimulai sejak awal Maret 2020 dengan membuat masker, jumpsuit, perlindungan gaun dokter, dan penutup sepatu. Menurut Anne, sebagian produk APD ini sudah mulai diekspor, walaupun belum dalam jumlah yang besar. “Pada 2021, kami memang memproyeksikan ekspor APD jauh lebih kecil dibandingkan tahun 2020. Tahun 2021, kami posisikan sekitar 30-40% dari tahun ini,” jelas dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN