Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi rapat. Foto: rawpixel (Pixabay)

Ilustrasi rapat. Foto: rawpixel (Pixabay)

Disiapkan, IPO Delapan Anak Usaha BUMN Karya

Kamis, 2 September 2021 | 06:44 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Sebanyak delapan anak usaha BUMN Karya disiapkan untuk melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. PT Adhi Commuter Properti (ADCP), salah satu anak usaha PT Adhi Karya Tbk (ADHI), berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kuartal IV tahun ini. Sedangkan anak usaha BUMN Karya yang lain akan IPO pada 2022-2024.

Adapun delapan anak usaha BUMN Karya tersebut adalah PT HK Infrastruktur (HKI), Hakaaston (HKA), PT HK Realtindo, PT Waskita Karya Realty (WKR), PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI), PT Adhi Commuter Properti (ADCP), PT Wika Industri dan Konstruksi (Wikon), dan PT Wika Realty.

Delapan perusahaan tersebut merupakan anak usaha PT Hutama Karya (HK), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Hutama Karya menyiapkan tiga anak usahanya, yakni HK Infrastruktur (HKI), Hakaaston (HKA), dan HK Realtindo untuk IPO. Khusus HKI, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo mengatakan bahwa sejauh ini HKI masih dalam tahap persiapan IPO. “Rencana waktu pelaksanaan IPO akan disesuaikan dengan kesiapan perusahaan pada beberapa waktu mendatang,” ucapnya kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Secara strategis, kata dia, IPO membutuhkan beberapa aktivitas pendahuluan, yaitu penataan struktur organisasi, penguatan sistem manajemen rintisan pasar eksternal, dan perolehan dana publik melalui obligasi.

Obligasi sebelum IPO juga penting untuk memperkenalkan HKI kepada publik, sehingga IPO dapat berjalan sukses dengan perolehan target dana yang dibutuhkan untuk pengembangan perusahaan.

HKI disiapkan untuk secara aktif membidik pasar-pasar eksternal dengan refocusing pekerjaan di bidang jalan dan jembatan. “Dengan memperhatikan situasi dan kondisi internal dan eksternal perusahaan, perkiraan waktu obligasi akan dilaksanakan pada 2022 dan IPO 2023/2024,” ujar Tjahjo.

Sebelumnya, Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto mengatakan, pihaknya bakal menggelar IPO saham HKI pada akhir tahun ini dengan target dana Rp 2 triliun untuk mengembangkan proyek-proyek infrastruktDirektur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono juga mengatakan bahwa salah satu dari empat anak usaha perseroan akan IPO tahun depan. Namun, Waskita belum mau menyebutkan nama anak usaha tersebut.

Empat anak usaha yang dimiliki secara langsung, yaitu PT Waskita Toll Road (WTR), PT Waskita Karya Realty (WKR), PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI), dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Waskita Precast sudah IPO lebih dulu.

Manajer Investor Relations Waskita Precast Dana Pradipta menuturkan, untuk WKR diperkirakan akan melakukan IPO pada 2023. Sementara, WKI berdasarkan rencana awal diasumsikan akan IPO pada 2023/2024. “Terkait rencana tersebut dan penghimpunan dana kedua anak perusahaan ini masih akan dibahas,” katanya kepada Investor Daily.

Rencana IPO juga akan dilakukan Adhi Karya. Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi mengatakan perseroan sedang merencanakan IPO anak usahanya, Adhi Commuter Properti (ADCP), sekitar akhir Oktober atau awal November tahun ini.

“Kalau registrasi sudah berjalan diperkirakan akhir Oktober dan minggu kelima atau awal November mungkin penerimaannya sudah kami terima,” ungkap Entus dalam video yang disiarkan CNBC Indonesia.

Ia berharap, kondisi pasar cukup membaik. Sebab ADCP merupakan anak perusahaan Adhi Karya yang mengelola properti di seputaran Transit Oriented Development (TOD), baik di stasiun LRT Jakarta, stasiun kereta api, maupun di beberapa terminal bus dan lain sebagainya.

Entus menyebut, tahun ini hanya ADCP yang akan IPO. Tetapi di beberapa tahun mendatang, perseroan juga akan merencanakan anak perusahaan lain untuk IPO. “Kita memang sambil melihat kondisi pasar. Harapannya supaya kondisinya lebih bagus dulu,” ujarnya.

Entus berharap, ke depan Adhi Karya masih tetap tumbuh untuk memberikan kontribusi positif sekalipun di tengah situasi pandemi Covid-19. Imbas pandemi telah memberikan tekanan cukup berat khususnya terhadap produksi perseroan.

Sementara itu, berdasarkan catatan Investor Daily, Wika juga terus mempersiapkan dua anak usahanya untuk melantai di bursa domestik. Direktur Keuangan Wika Ade Wahyu menyebut, pihaknya sedang mempersiapkan dua anak usahanya, yakni PT Wika Industri dan Konstruksi (Wikon) dan PT Wika Realty untuk IPO.

"Wikon ditargetkan IPO pada 2022 dan Wika Realty pada 2023," imbuh Ade. Perusahaan konstruksi tersebut menaksir dana yang bisa dihimpun dari salah satu IPO anak usahanya itu mencapai Rp 1-1,5 triliun. (git)

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN