Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan produksi di PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV). Foto: Perseroan.

Kegiatan produksi di PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV). Foto: Perseroan.

Diversifikasi, Inocycle Produksi Masker dan APD

Thereis Love Kalla, Jumat, 29 Mei 2020 | 15:27 WIB

JAKARTA, Investor.id - PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), penghasil produk daur ulang serat staple buatan (recycle polyester staple fiber/re-PSF), melakukan diversifikasi  dengan memproduksi masker dan alat pelindung diri (APD). Diversifikasi produk dilakukan  sebagai antisipasi perseroan  menghadapi pandemi  Covid-19.

Direktur Inocycle, Victor Choi, mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah berdampak pada tingkat permintaan produksi global. “Permintaan global memang terganggu. Namun, kami telah melakukan diversifikasi produk dengan mulai memproduksi masker dan APD dari polypropylene,” kata Victor dalam keterangan resmi di Jakara, Jumat (29/5).

Menurut dia, Inocycle membukukan kenaikan penjualan 25% menjadi Rp 494,7 miliar pada 2019 dibanding Rp 395,6 miliar pada 2018. Sedangkan laba tahun berjalan (hingga kuartal I-2020) tercatat Rp 22,5 miliar, meningkat 40% dibanding periode sama 2019 sebesar Rp 16 miliar.

Victor Choi menjelaskan, total penjualan perseroan ditopang penjualan segmen SF-staple fiber senilai Rp 385 miliar, diikuti produk sebesar Rp 63 miliar, dan penjualan perabot rumah Rp 23 miliar. Adapun produk CF-carded fiber berkontribusi Rp 16,5 miliar dan produk lainnya Rp 7 miliar.

Total aset Inocycle, kata Victor, tercatat Rp 691,32 miliar hingga kuartal-I 2020, naik 20,71% dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 572,69 miliar. Total aset terdiri atas aset lancar Rp 335,43 miliar dan aset tak lancar Rp 355,88 miliar.

Victor mengemukakan, meski sejak 2019 berbagai negara, seperti Australia dan Indonesia, melarang penggunaan plastik sekali pakai di supermarket, perseroan ke depan bakal terus menciptakan nilai tambah bagi produk-produk daur ulang dari sampah plastik.

“Bisnis inti Inocycle adalah menciptakan nilai-nilai dari limbah plastik PET secara lokal dan mengurangi dampak potensial terhadap pencemaran plastik di tempat pembuangan akhir (TPA) atau di laut,” tegas Victor.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN